Suara.com - Istilah penyakit kanker dan tumor tak asing dalam kehidupan bermasyarakat. Tetapi bisakah Anda membedakan keduanya?
Dokter spesialis anak dr. Mururul Aisyi Sp.A (K) menjelaskan bahwa tumor merupakan suatu benjolan tidak normal pada tubuh yang sebelumnya tidak pernah ada.
"Kalau benjolan biasa ya biarkan saja, itu tidak bisa dikatakan tumor. Tapi kalau kita lagi jalan lalu terantuk batu kepala kita, benjol, iya itu adalah tumor. Jadi tumor itu setiap benjolan yang tadinya tak ada," jelas Aisyi dikutip dari webinar bersama Pita Kuning, Minggu (2/7/2020).
Sedangkan kanker, lanjutnya, merupakan tumor yang bersifat ganas. Saat benjolan tidak normal seperti tumor bertambah besar bahkan menyerang jaringan dalam tubuh, maka itu termasuk tanda tumor yang ganas.
"Tanda ganas, (benjolan) bisa bertambah besar tanpa kendali, bisa menyelusup ke jaringan, bisa menyebar ke tempat yang jauh. Misal sebelumnya tadinya benjol di tungkai lalu bisa ke paru. Itu adalah tanda-tanda ganas," paparnya.
Riskesdas Kementerian Kesehatan pada 2018 menunjukan bahwa jumlah pasien kanker di Indonesia mengalami kenaikan sejak 2013.
Sebelumnya sebanyak 1,4 persen dari jumlah penduduk, meningkat jadi 1,8 persen pada 2018, tersebar di 34 provinsi.
Riset berdasarkan diagnosis dokter itu tercatat bahwa paling banyak pasien kanker berusia 55-64 tahun (4,62 persen) dan usia 45-54 (4,03 persen).
Sedangkan untuk pengobatan, 61,8 peraen di antaranya menjalani operasi, 24,9 kemoterapi, 24,1 persen pengobatan lainnya, dan 17,3 persen pengobatan radiasi atau penyinaran.
Baca Juga: Akibat Infeksi Covid-19, Wanita 28 Tahun Ini Harus Transplantasi Paru-paru
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia