Suara.com - Posisi saat menyusui ternyata memiliki pengaruh besar terhadap jumlah Air Susu Ibu atau ASI yang dihasilkan.
Alasannya, posisi yang keliru atau kondisi ibu yang tidak tenang bisa membuat bayi menjadi tidak nyaman saat diberi ASI.
Untuk alasan itu, Ketua Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. Elizabeth Yohmi Sp.A menyarankan, saat digendong, bayi harus benar-benar menghadap ke arah ibu.
"Jadi kepala, leher, bokong, muka itu harus menghadap ke payudara. Dada ibu dan anak menempel, dan tangan memeluk. Ini kunci," kata Elizabeth dalam siaran langsung bersama Instagram IDAI, Selasa (4/8/2020).
Ia menambahkan bahwa posisi ibu juga sangat menentukan. Disarankan ibu tetap duduk tenang bersender dan tidak membungkuk yang pada akhirnya bisa membuat bayi merasa lelah hingga tidak nyaman.
Setelah posisi tersebut dipastikan aman, ibu bisa mulai mengarahkan puting payudara ke bibir atas bayi.
Elizabeth tidak menyarankan puting diarahkan lurus mengarah ke mulut bayi. Karena itu justru bisa mengakibatkan puting ibu terjepit dan menjadi lecet.
"Bayi mulutnya terbuka, baru kita masukan dari atas ke dalam menyusuri langit-langit. Sehingga puting itu di dalam rongga mulut dan tidak terjepit, biasanya aman tidak lecet," katanya.
Intensitas menyusui juga dianggap bisa memengaruhi produktifitas ASI. Karena itu, ia mengingatkan agar ibu selalu menghindari stres meski diawal kelahiran air susu belum juga keluar.
Baca Juga: Dramatis, Ada Ibu Melahirkan di Mobil Patroli Polisi
Ia menjelaskan bahwa produktifitas ASI dipengaruhi hormon prolaksin yang memerlukan rangsangan hisapan bayi.
"Dengan rangsangan hisapan bayi, itu akan merangsang puting susu ibu yang ada banyak syaraf untuk stimulasi. Otak ibu akan berkerja memproduksi hormon tersebut dan memproduksi ASI yang banyak," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian