Suara.com - Mungkin banyak orang bertanya, mana yang labih baik antara lari di atas treadmill atau lari di luar rumah. Dalam hal ini, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sports Medicine mencoba membandingkan kedua metode lari tersebut.
Pada dasarnya, penelitian ini menyebutkan bahwa kedua metode lari tersebut memiliki manfaat yang sama. Studi ini menganalisis kinerja, fisiologi, dan dampak kedua metode lari tersebut.
"Tidak ada perbedaan besar antara keduanya, meskipun secara umum orang-orang meyakini bahwa keduanya memiliki perbedan besar," kata Van Hooren yang merupakan salah satu penulis studi tersebut kepada Insider.
Lari di atas treadmill memiliki nilai lebih ketika cuaca di luar rumah sedang ekstrem, sehingga membuat lari tidak nyaman. Berlari di treadmill juga membantu mengontrol intensitas lari. Hal ini baik untuk Anda yang baru saja pulih dari cedera dan ingin memulai olahraga dengan aman.
Namun, sebaiknya Anda juga perlu sering-sering berlari di luar ruangan untuk mendapatkan udara segar dan meningkatkan suasana hati. Berlari di luar juga dapat membantu Anda melakukan olahraga yang lebih keras.
Tak hanya itu, berlari di luar ruangan dengan permukaan yang beragam akan bisa lebih memperkuat otot kaki Anda daripada di treadmill dengan permukaan yang sama.
Pada dasarnya lari secara umum mampu menggerakkan otot dan sendi. Olahraga ini juga disebut berperan dalam menurunkan faktor risiko terjadinya penyakit diabetes, hipertensi, jantung koroner dan stroke.
"Olahraga lari tentu menyehatkan. Selain melancarkan aliran darah dalam sistem saraf di tubuh, berlari membantu mengurangi berat badan, menghilangkan stres, dan mencegah penuaan tulang," ujar dr. Maria Magdalena Padmidewi, SpPK, selaku CEO Siloam Hospitals Surabaya dalam keterangan resmi yang diterima Suara.com, Selasa (19/3/2019).
"Karenanya, konsistensi olahraga berlari harus dijaga semua pihak," tambahnya.
Baca Juga: Musim Corona, DKI Mau Bangun Proyek Olahraga Rp 3,6 T Pakai Uang Pinjaman
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi