Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan setiap persetujuan WHO pada kandidat vaksin Covid-19 akan memerlukan tinjauan data keamanan yang ketat. Pernyataan itu terungkap setelah Rusia pada Selasa mengumumkan telah menyetujui vaksin.
Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia telah menjadi negara pertama yang menyetujui vaksin yang menawarkan "kekebalan berkelanjutan" terhadap virus corona baru. Demikian seperti dilansir dari Times of India.
"Kami berhubungan dekat dengan otoritas kesehatan Rusia dan diskusi sedang berlangsung sehubungan dengan kemungkinan prakualifikasi vaksin dari WHO," kata juru bicara badan kesehatan PBB Tarik Jasarevic.
"Prakualifikasi vaksin apa pun mencakup peninjauan dan penilaian yang cermat atas semua data keamanan dan kemanjuran yang diperlukan," katanya kepada wartawan di Jenewa pada jumpa pers online.
Vaksin Sputnik V Rusia telah dikembangkan oleh lembaga penelitian Gamaleya berkoordinasi dengan kementerian pertahanan negara itu.
Sebanyak 168 calon vaksin sedang dikerjakan di seluruh dunia, menurut tinjauan WHO yang diterbitkan Selasa. Dari jumlah tersebut, 28 telah berkembang ke berbagai fase pengujian pada manusia, enam di antaranya adalah yang terjauh di depan, setelah mencapai fase 3 uji klinis.
Kandidat Gamaleya, yang termasuk di antara 28 dalam evaluasi klinis, terdaftar hanya di Fase 1. Kirill Dmitriev, kepala Dana Investasi Langsung Rusia yang mendanai proyek vaksin, mengatakan uji coba Fase 3 akan dimulai pada Rabu, produksi industri diharapkan mulai September dan bahwa 20 negara telah memesan lebih dari satu miliar dosis.
"Setiap negara memiliki badan pengatur nasional yang menyetujui penggunaan vaksin atau obat-obatan di wilayahnya," jelas Jasarevic.
“WHO sudah melakukan proses prakualifikasi untuk vaksin tetapi juga untuk obat-obatan. Produsen meminta agar prakualifikasi WHO sudah ada karena itu semacam cap kualitas.
Baca Juga: Kabar Baik, Argentina dan Meksiko Siap Produksi Vaksin Covid-19 AstraZeneca
Ia melanjutkan, untuk mendapatkan ini, ada review dan penilaian dari semua data keamanan dan kemanjuran yang dikumpulkan melalui uji klinis. WHO akan melakukan ini untuk setiap kandidat vaksin.
Pandemi telah menyebabkan mobilisasi pendanaan dan penelitian yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menyerbu vaksin yang dapat melindungi miliaran orang di seluruh dunia.
“Kami terdorong oleh kecepatan pengembangan beberapa kandidat vaksin dan seperti yang selalu kami katakan, kami berharap beberapa dari vaksin ini terbukti aman dan efisien,” kata Jasarevic.
"Mempercepat kemajuan tidak berarti mengorbankan keselamatan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan