Gejala pada orang dewasa
Beberapa jenis skoliosis dapat menyebabkan sakit punggung, tetapi biasanya tidak terlalu menyakitkan.
Nyeri punggung tidak jarang terjadi pada orang dewasa yang lebih tua dengan skoliosis yang sudah berlangsung lama.
Jika seseorang tidak menerima pengobatan untuk skoliosisnya, masalah dapat muncul di kemudian hari, seperti gangguan fungsi jantung dan paru-paru.
Penyebab dan faktor
Di bawah ini adalah beberapa kemungkinan penyebab skoliosis:
1. Kondisi neuromuskuler
Ini mempengaruhi saraf dan otot dan termasuk cerebral palsy (lumpuh otak), poliomyelitis (polio) dan distrofi otot (kelainan otot).
2. Skoliosis bawaan (muncul saat lahir)
Ini jarang terjadi dan terjadi karena tulang di tulang belakang berkembang secara tidak normal saat janin tumbuh di dalam tubuh ibu.
3. Gen spesifik
Setidaknya satu gen diduga terlibat dalam skoliosis.
4. Panjang kaki
Jika satu kaki lebih panjang dari yang lain, individu tersebut dapat mengalami skoliosis.
5. Skoliosis sindromik
Skoliosis dapat berkembang sebagai bagian dari penyakit lain, termasuk neurofibromatosis dan sindrom Marfan.
Baca Juga: Jessica Mila Idap Kelainan Tulang Belakang
6. Osteoporosis
Ini dapat menyebabkan skoliosis sekunder karena degenerasi tulang.
7. Penyebab lainnya
Postur tubuh yang buruk, membawa tas punggung atau tas, gangguan jaringan ikat, dan beberapa cedera.
Pengobatan
Dalam kebanyakan kasus, perawatan tidak diperlukan, karena lengkungan akan mengalami perbaikan dengan sendirinya seiring pertumbuhan.
Namun, berdasarkan derajat kelengkungan dan usia anak, kombinasi bracing dan terapi fisik sering direkomendasikan.
Sejumlah kecil pasien skoliosis juga mungkin memerlukan pembedahan.
Berbagai latihan juga dapat membantu mengatasi skoliosis, yang bertujuan untuk menyetel kembali tulang belakang, tulang rusuk, bahu, dan panggul, untuk mencapai postur "normal".
Pada tahun 2016, beberapa peneliti menjelaskan bahwa semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa olahraga dapat membantu mengobati skoliosis.
Namun, lebih banyak pekerjaan diperlukan untuk mengetahui latihan mana yang paling efektif.
Diagnosa
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada tulang belakang, tulang rusuk, pinggul, dan bahu.
Dengan bantuan alat yang disebut inclinometer, atau skoliometer, dokter dapat mengukur derajat skoliosis.
Pasien lalu mungkin akan dirujuk ke spesialis ortopedi. Pemindaian pencitraan seperti sinar-X, CT scan, dan MRI dapat membantu menilai bentuk, arah, lokasi, dan sudut lengkungan.
Berita Terkait
-
Mata Batin 2: Teror Arwah Darmah dan Rahasia Kelam di Panti Asuhan, Malam Ini di ANTV
-
Effortlessly Stylish Ramadan: Contek Gaya Nikita Willy, Indra Priawan, Jessica Mila & Andrew White
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Akui Sempat Malu Main Sinetron Ganteng Ganteng Serigala, Jessica Mila Tuai Kritik
-
Sinetron Fenomenal GGS Simpan Cerita Kelam, Kevin Julio Bongkar Kondisi Jessica Mila Tidur di Hutan
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak