Suara.com - Diabetes hingga kini masih menjadi tantangan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Meski demikian, masih ada saja masyarakat yang belum mendapat informasi yang baik tentang gejala dari seorang yang menderita diabetes.
Tentu cara terbaik untuk mengetahui seorang terkena diabetes tipe dua ialah dengan memeriksakannya ke dokter. Tapi, ada sejumlah tanda yang bisa dicurigai sebagai gejala diabetes. Salah satunya ialah diare.
"Orang dengan salah satu bentuk diabetes mengalami banyak gejala dan komplikasi yang sama. Salah satu komplikasi tersebut adalah diare," kata situs medis Healthline.
Dilansir dari Express UK, orang dengan diabetes mungkin sering harus buang air besar di malam hari dalam jumlah yang signifikan. Tidak dapat mengontrol buang air besar, atau mengalami inkontinensia, juga umum terjadi pada orang yang menderita diabetes.
Jika mengalami kondisi tersebut sebaiknya segera temui dokter. Mereka akan melihat profil kesehatan Anda dan menilai kadar gula darah Anda.
"Karena neuropati dianggap menghubungkan diabetes dan diare, mencegah kemungkinan neuropati dapat mengurangi kemungkinan diare persisten."
Namun, hanya karena Anda mengalami diare, bukan berarti Anda menderita diabetes. Diare sangat umum terjadi pada orang dewasa dan anak-anak, dan biasanya disebabkan oleh sakit perut.
Keracunan makanan dan gastroenteritis adalah penyebab diare paling umum. Anda biasanya dapat mengobati diare di rumah dengan obat bebas.
Banyak orang mungkin menderita diabetes tanpa menyadarinya, karena tanda dan gejalanya belum tentu membuat Anda merasa tidak enak badan.
Baca Juga: Studi Terbaru: Covid-19 Terkait Peningkatan Diabetes Tipe 1 Pada Anak-anak
Gejala diabetes yang umum termasuk luka atau luka yang membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh, rasa haus yang tak terpuaskan, dan buang air kecil lebih banyak dari biasanya.
Anda harus berbicara dengan dokter jika Anda khawatir dengan tanda atau gejala diabetes, atau jika Anda merasa berisiko.
Mendiagnosis kondisi secara dini sangat penting, karena pasien lebih berisiko mengalami beberapa komplikasi yang mematikan, termasuk penyakit jantung dan stroke.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?