Suara.com - Kotoran telinga bisa sangat menggangu, terlebih jika sudah sangat menumpuk. Meski begitu, kotoran telinga seharusnya tidak dibersihkan sendiri, terlebih menggunakan cutton bud atau alat lainnya.
Berdasarkan Healthy Hearing, seharusnya tidak ada benda asing yang dimasukkan ke telinga.
Bahkan, American Academy of Otolaryngology atau Head and Neck Surgery Foundation menganjurkan untuk membiarkan kotoran telinga. Inilah alasannya.
1. Bukan tanda kebersihan yang buruk
Kotoran telinga, yang memiliki istilah medis serumen, memiliki beberapa manfaat, antara lain:
- Sebagai pelembab alami, mencegah kulit di dalam telinga tidak terlalu kering.
- Menjebak kotoran dari luar dan debu sebelum bisa menjangkau jauh ke dalam kanal.
- Menyerap sel kulit mati dan kotoran.
- Mencegah bakteri dan organisme menular lainnya mencapai telinga bagian dalam.
2. Bisa membersihkan sendiri
Dilansir Harvard Health Publishing, telinga dapat membersihkan diri sehingga tidak perlu dilakukan perawatan rutin.
Kotoran telinga diproduksi di dalam saluran dan secara alami berpindah dari dalam ke luar.
Baca Juga: Berburu Celana Bekas, Pembeli Ini Syok Lihat Kotoran dan Cium Baunya
3. Membersihkan telinga bisa berbahaya
Memasukkan cotton bud atau apa pun ke dalam telinga dapat merusak saluran atau gendang telinga. Bahkan, bisa mendorongnya lebih jauh ke dalam yang membuat lebih sulit untuk dikeluarkan.
Hal itu bisa menyebabkan perasaan tertekan di telinga dan pendengaran berkurang.
Lebih buruk lagi, gumpalan kotoran yang terdorong ke bawah di dekat gendang telinga dapat menyebabkan infeksi, dan ini sangat menyakitkan.
Beberapa orang mungkin memproduksi kotoran lebih banyak daripada yang lain. Komposisinya tergantung pada etnis, usia, lingkungan, hingga makanan.
Meski beberapa orang memandangnya sebagai sesuatu yang menjijikan, sebenarnya kotoran telinga adalah tanda bahwa indra pendengaran kita normal dan sehat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal