Suara.com - Sinovac Biotech, Tiongkok telah mulai memproduksi kandidat vaksin yang ampuh melawan virus corona Covid-19. Kini, Tiongkok pun sedang beralih ke tahap produksi massal.
Produksi vaksin Sinovac ini berlangsung di pabrik baru Beijing dengan kapasitas tahunan sekitar 300 juta dosis. Sinovac Biotech sendiri telah menyetujui untuk memasok 40 juta dosis vaksin ke Bio Farma, sebuah perusahaan milik negara Indonesia antara November 2020 hingga Maret 2021.
Dilansir dari asia.nikkei.com, Sinovac Biotech mulai membangun pabrik untuk produksi vaksin dalam jumlah besar ini pada akhir Maret 2020 dan menyelesaikan proyeknya pada Juli 2020.
Perusahaan milik China itu memulai uji klinis tahap 3 pada vaksinnya di Indonesia mulai bulan ini dan di Brasil selama Juli 2020.
CanSino Biologics, pembuat obat di China juga akan membangun pabrik untuk kandidat vaksin virus corona Covid-19 di samping pabrik yang ada di kota Tianjin.
Pabrik CanSino Biologics itu dijadwalkan akan mulai beroperasi tahun depan dengan kapasitas tahunan 100 juta hingga 200 juta dosis vaksin.
CanSino juga berencana melakukan uji coba vaksin tahap akhir di Kanada dan Arab Saudi. Tapi, perusahaan belum mengungkapkan batas waktu untuk komersialisasi.
CanSino memenangkan paten vaksin dari otoritas China pada 11 Ahustus 2020. Mereka juga menjadi perusahaan pertama yang melakukannya di China.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan 31 kandidat vaksin sedang menjalani uji klini. Bersamaan dengan pengembang China, Moderna yang berbasis di AS dan mitra Inggris AstraZeneca dan Universitas Oxford melakukan pengujian.
Baca Juga: Pria Lansia yang Lebih Berisiko Minggal Jika Terserang Virus Corona
Berita Terkait
-
Permintaan Melemah, Harga Konsentrat Tembaga dan Emas RI Anjlok
-
Mobil Listrik Jaecoo Buatan Negara Mana? Cek 4 Tipe Terlaris, Harga Mulai Rp200 Jutaan
-
Imigrasi: WNA Tiongkok Paling Banyak Langgar Aturan
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI
-
Dominasi Mobil Jepang Runtuh Dampak Serbuan Kendaraan Listrik Tiongkok di Australia
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi
-
Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama