Suara.com - Wakil Gubernur Provinsi Bali Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, menyampaikan per 27 Agustus 2020, pulau Dewata menempatkan diri sebagai daerah dengan tingkat kesembuhan Covid-19 terbaik dari seluruh Indonesia.
"Data terakhir per 27 Agustus, kumulatif sebanyak 4808 kasus Covid-19, dengan tingkat kesembuhan yang tinggi yaitu 4189 orang, yaitu 87,13 persen, terbaik dari seluruh Indonesia untuk kesembuhan di provinsi Bali," ujar Asisten 2 Perekonomian dan Pembangunan Prov. Bali, Ni Luh Made Wiratmi, saat membacakan sambutan Wagub Bali dalam acara Penandatanganan Kerjasama antara INACA dan PHRI di Denpasar, Bali, Sabtu (29/8/2020).
Ia menyebutkan jika orang yang terinfeksi Covid-19 di Bali cukup banyak yang akhirnya dinyatakan sembuh. Bahkan orang tanpa gejala (OTG) yang harus diisolasi juga cukup cepat keluar.
Uniknya, selain pemberian obat yang sudah ditetapkan Kemenkes RI dan BPOM, Dinkes Bali ternyata menambah treatment ramuan khusus Arak Bali untuk meningkatkan daya tahan tubuh pasien sehingga cepat sembuh.
"Baru masuk 3 hari, cepat keluar, itu ada tambahan yaitu dengan arak Bali dicampur dengan jeruk purut, diberikan treatment kepada yang sakit Covid-19 ini," ungkap Wiratmi.
Ia menjelaskan, proses pemberiannya seperti minyak aroma terapi yang dihirup. Kandungan arak Bali untuk pasien Covid-19 ini ditambah dengan jeruk purut.
Ditemukan Ahli Toksikologi Forensik Profesor I Made Agus Gelgel Wirasuta, seperti namanya, arak, minuman ini bisa membuat peminumnya mabuk jika diberikan dengan kadar berlebihan. Wiratmi yang pernah mencobanya merekomendasikan campuran arak cukup 2 sendok makan dalam minuman.
"Begitu juga dengan yang sehat, untuk antisipasi, kalau kita minum kopi itu dikasih arak 2 sendok," jelas Wiratmi.
Labih lanjut perempuan kelahiran Bali itu mengatakan arak ini juga sering dipromosikan oleh Gubernur Bali I Wayan Koster yang menyarankan bawahannya atau ASN Pemprov Bali ikut mengonsumsinya sebagai peningkat daya tahan tubuh.
Baca Juga: Mengulik Khasiat Arak Bali untuk Pasien Covid-19, Benarkah Bermanfaat?
"Kalau minum kopi, kita tuangkan 2 sendok arak Bali tersebut, kami benar-benar mencobanya, luar biasa saat diminum itu terasa hangat. Tapi jangan banyak-banyak karena bisa mabuk," katanya.
Sebagai orang sehat yang mengonsumsinya, Ratmi menyampaikan ia kerap meminumnya 3 kali dalam seminggu, dalam secangkir teh atau kopi yang dicampur 2 sendok arak Bali.
"Saat minum itu tuh, kaya hangat sampai ke telinga tenggorokkan, segar aja," katanya.
Testimoni lain juga disampaikan Ratmi dari keluarganya di Bali, di mana ada 2 orang yang diswab test positif Covid-19. Setelah 3 hari dirawat di RS, kemudian juga diberi arak Bali, hasil swab test sudah kembali negatif. "Abis itu mereka boleh pulang," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi