Suara.com - Hampir dari kita semua bukan hanya hidup di dunia realita tapi juga ketergantungan dengan dunia digital. Entah untuk bekerja, sekolah, atau sekadar mencari hiburan. Padahal penggunaan internet yang berlebihan juga menyebabkan kecanduan.
Tanpa disadari kecanduan internet bisa berakibat kerusakan fungsi otak. Pakar Adiksi dr. Kristiana Siste, Sp.KJ menjelaskan bahwa ada dua area otak yang terganggu fungsinya akibat kecanduan internet yaitu lateral prefrontal cortex dan area lateral parietal.
"Kedua area otak ini sangat penting untuk kita karena mengatur berbagai fungsi intelektual. Jadi membantu dalam berpikir dengan baik, untuk bisa berkonsentrasi dengan baik, dan merencanakan sesuatu dengan sistematis," jelas dokter Kristiana dikutip dari kanal YouTube Mako Talk, Rabu (9/9/2020).
Dokter rumah sakit Cipto Mangunkusuma itu juga menjelaskan bahwa kedua area otak itu berguna agar manusia bisa melakukan refleksi diri terhadap perilaku yang dilakukannya. "Jadi kalau kedua area otak itu terganggu maka yang terjadi adalah gangguan proses berpikir dan tentu mengganggu intelektualitas," katanya.
Kecanduan internet, bisa berupa game online atau pun bermain media sosial, bisa ditandai dengan terganggunya aktivitas harian seperti makan, tidur, bekerja, atau belajar. Mereka juga tidak lagi mampu mengendalikan dirinya saat berselancar dengan dunia maya.
Kristiana mengingatkan, kecanduan intenet sangat berbahaya untuk otak. Karena itu, ia memberikan tips agar terhindar dari kecanduan internet. Berikut paparannya;
1. Matikan notifikasi
Menyalakan notifikasi bisa mengakibatkan diri terstimulus untuk membuka game online atau media sosial saat itu juga. Akibatnya jadi sulit mengontrol waktu untuk bermain internet.
2. Set up timer ponsel
Pasang target berapa lama menggunakan gadget. Tapi kuncinya, kita harus komitmen terhadap target yang sudah dibuat.
3. Buat aturan untuk satu keluarga
Kristiana mencontohkan, kapan dan di mana boleh bermain handphone atau membuka internet. Misalnya ponsel tidak boleh dimainkan saat makan atau di ruang makan dan charge hanya boleh di dapur atau ruang orangtua. Aturan itu harus dilakukan oleh seluruh anggota keluarga.
Baca Juga: Aksi Bar-Bar Emak-Emak saat Bonceng Motor Bikin Geger, Menantang Maut!
4. Tentukan hari detoksifikasi tanpa internet
Tentukan satu hari dalam seminggu tanpa internet untuk seluruh anggota keluarga. Dan hal ini dilakukan secara rutin berkepanjangan agar jadi kebiasaan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien