Suara.com - Hari Olahraga Nasional atau Haornas 2020 yang jatuh pada 9 September kemarin, menjadi ajang kembali memperhatikan pembinaan para atlet Indonesia, yang tidak hanya sekadar fokus melatih kekuatan fisik tapi juga memperhatikan asupan nutrisi untuk atlet. Karena menurut ahli gizi olahraga atau sport nutritionist, Emilia Achmadi, nutrisi jadi hal dasar dan fundamental yang harus diperhatikan untuk menunjang prestasi atlet di dunia olahraga internasional.
“Untuk pembentukan dan kekuatan otot, fokus ditujukan pada jenis dan kuantitas karbohidrat serta protein. Untuk daya tahan tubuh, fokus akan tertuju pada protein dan mikronutrisi seperti vitamin C dan seng. Namun, semua komponen nutrisi penting untuk physical development dan peak performance seorang atlet,” ungkap Emili, melalui rilis pengenalan Winning Meals Kachimeshi PT Ajinomoto Indonesia yang diterima suara.com, Kamis (10/9/2020).
Asupan nutrisi harus sangat diperhatikan bukan hanya setelah menjadi atlet profesional, tapi jauh sebelum itu saat atlet dilatih menjadi profesional, dan ketika memulai karir sebagai atlet junior, program nutrisi jadi hal mutlak yang harus dipenuhi.
Dalam program nutrisi, sehat saja tidak cukup, tapi makanan yang diberikan harus penuhi aspek cita rasa agar sesuai dengan kebutuhan kebutuhan harian para atlet.
“Cita rasa menjadi salah satu faktor penting untuk seorang atlet mengingat jumlah kalori yang harus dikonsumsi setiap harinya,” terang Emili.
Jika kita berpikir para atlet tidak boleh mengonsumsi MSG, itu keliru. MSG masuk dalam salah satu 5 rasa dasar yang mampu dideteksi lidah manusia dan itu harus dipenuhi agar fungsi pengecapan tetap berjalan.
“Ada 5 rasa dasar yang dapat dideteksi oleh lidah manusia, manis, pahit, asam, asin, umami. Semua rasa ini kita dapati dengan menggunakan bumbu seperti gula, garam, MSG, merica, dan lain-lain. Saya rasa dengan penggunaan bumbu umami secukupnya, maka ini menjadi salah satu faktor penting dalam makanan yang dibutuhkan seorang atlet,” jelas Emili.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS