Suara.com - Vaksin Covid-19 yang dikembangkan Universitas Oxford dan AstraZeneca terpaksa dihentikan sementara lantaran pesertanya mengalami sakit misterius. Menurut sebuah laporan, para peserta mengalami sindrom inflamasi yang dikenal sebagai myelitis transversal.
Laporan dari The New York Times, ketika peserta terlibat dalam uji coba vaksin itu, mereka telah menderita penyakit tersebut. Diketahui, penyakit itu mempengaruhi sumsum tulang belakang dan sering dipicu oleh infeksi virus.
Mengutip Mayo Clinic, kondisi ini juga menyebabkan peradangan pada kedua sisi sumsum tulang belakang, mengganggu proses sinyal ke seluruh tubuh, dan berpotensi menyebabkan kelumpuhan.
Myelitis transversal juga menyebabkan badan terasa sakit, kelemahan otot, masalah sensorik, atau disfungsi kandung kemih dan usus. Para peneliti berjanji akan menyelidiki apakah vaksin AstraZeneca ampuh mengatasi sindrom tersebut.
“Ini adalah tindakan rutin yang harus dilakukan setiap kali ada penyakit yang berpotensi tidak dapat dijelaskan di salah satu uji coba. Sementara itu diselidiki, kami memastikan menjaga integritas uji coba,” demikian pernyataan pihak AstraZeneca dalam siaran persnya dikutip dari Fox News.
“Dalam uji coba besar, penyakit akan terjadi secara kebetulan, tetapi harus ditinjau secara independen untuk memeriksanya dengan cermat," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
Terkini
-
Multisport, Tren Olahraga yang Menggabungkan Banyak Cabang
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal