Suara.com - Update Covid-19 secara global hari ini menunjukkan bahwa setelah lebih dari 9 bulan wabah virus corona merebak pertama kali di kota Wuhan, China, penyakit yang telah menginfeksi 215 negara itu kini telah menyebabkan kematian terhadap lebih dari 1 juta orang di dunia.
Dikutip dari situs worldometer, pada 28 September pukul 00.09 GMT atau 07.10 WIB, angka kematian akibat Covid-19 telah mencapai 1.002.137 jiwa. Ada penambahan sebanyak 3.852 kematian dalam satu hari.
Total kematian paling banyak terjadi di Amerika Serikat yang juga jadi negara dengan kasus Covid-19 terbanyak. Tercatat 209.453 jiwa meninggal dari total kasus 7.320.669 orang.
Sementara itu, jumlah keseluruhan kasus infeksi virus corona di dunia telah mencapai lebih dari 33,2 juta orang, bertambah 250.460 orang dalam 24 jam terakhir.
Angka kematian pasien Covid-19 melampaui 1 juta jiwa telah diprediksi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pada pertengahan September terjadi peningkatan rekor kasus di sebagian besar wilayah.
WHO bahkan memperingatkan kematian akibat virus bisa saja kembali berlipat ganda hingga 2 juta jiwa tanpa tindakan kolektif global.
"Satu juta adalah angka yang mengerikan dan kami perlu merenungkannya sebelum kami mulai mempertimbangkan satu juta kedua," kata direktur darurat WHO Michael Ryan kepada wartawan, Jumat, pekan lalu, dikutip dari Channel News Asia.
"Apakah kita siap secara kolektif untuk melakukan apa yang diperlukan untuk menghindari angka itu?" tambahnya.
Virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19 itu muncul pertama kali di kota Wuhan di China tengah pada akhir Desember 2019. Penyebab virus itu sampai di kota tersebut masih belum jelas. Tetapi para ilmuwan mengira itu berasal dari kelelawar dan bisa ditularkan ke manusia melalui mamalia lain.
Baca Juga: Update Covid-19 Global: Berapa Angka Total Kesembuhan Indonesia?
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi