Suara.com - Untuk menjaga kesehatan tubuh, kita perlu mengonsumsi nutrisi secara seimbang, termasuk vitamin E. Jenis vitamin ini memiliki peran penting dalam memperluas pembuluh darah untuk mencegah pembekuan darah.
Vitamin E dapat ditemukan dalam makanan seperti biji bunga matahari, kacang-kacangan, dan minyak nabati. Namun, vitamin ini juga berpotensi menjadi racun di dalam tubuh ketika dikonsumsi secara berlebihan.
Dilansir Business Insider, National Institutes of Health US mengatakan asupan vitamin E harian yang dikonsumsi bervariasi berdasarkan usia:
- Usia 0-6 bulan memerlukan 4mg vitamin E per hari.
- Usia 7-12 bulan memerlukan 5mg vitamin E per hari.
- Usia 1-3 tahun memerlukan 6mg vitamin E per hari.
- Usia 4-8 tahun memerlukan 7mg vitamin E per hari.
- Usia 9-13 tahun memerlukan 11mg vitamin E per hari.
- Usia 14 tahun ke atas memerlukan 15mg vitamin E per hari.
- Ibu menyusui memerlukan 19mg vitamin E per hari.
Batas maksimal asupan harian terbesar yang dianggap aman untuk orang dewasa adalah 1.100 mg sehari.
Banyak makanan kaya vitamin E, sehingga kebanyakan orang dengan pola makan sehat cukup mengonsumsinya dari makanan saja.
Namun, beberapa orang seperti penderita penyakit Crohn atau Celiac, yang kemampuan mereka untuk menyerap lemak terpengaruh, mungkin harus mengonsumsi suplemen untuk mendapatkan vitamin ini.
Kasus keracunan vitamin E paling sering terjadi karena konsumsi suplemen yang tidak perlu atau berlebihan.
"Jika Anda mengonsumsi suplemen vitamin E dan Anda tidak kekurangan vitamin E, kadar tinggi dapat menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan toksisitas," kata Bansari Acharya, RDN, ahli gizi-ahli gizi terdaftar di Detroit, Michigan.
Baca Juga: PMM UMM 74 Gelombang 7 Bagikan Masker hingga Vitamin untuk Anak-anak TPQ
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?