Suara.com - Sebanyak 90 persen kasus diabetes disebabkan oleh diabetes tipe 2. Penyakit ini terjadi akibat tubuh tidak bisa memproduksi cukup hormon insulin atau tubuh tidak bereaksi terhadap insulin.
Tanpa cukup hormon insulin, tubuh akan berjuang lebih keras untuk mengubah gula dalam darah menjadi energi yang bisa digunakan beraktivitas.
Tapi, Anda bisa menurunkan risiko gula darah tinggi dengan mengonsumsi sayuran tidak bertepung secara teratur. Menurut situs Diabetes.co.uk dilansir dari Express, sayuran non-tepung adalah jenis makanan super diabetes.
Sayuran tidak bertepung ini termasuk jamur, kubis, bayam, wortel dan paprika. Sayuran itu juga kaya vitamin A, C dan K yang baik untuk tubuh.
Selain itu, sayuran tidak bertepung juga sumber serat yang baik dan bisa membantu menurunkan kadar gula darah.
"Ada makanan tertentu yang memberikan manfaat kesehatan sangat besar bagi penderita diabetes. Makanan ini sering dikenal sebagai makanan super diabetes," keterangan dalam situs tersebut.
Dalam hal ini, sayuran tidak bertepung mungkin satu-satunya jenis makanan terbaik untuk penderita diabetes tipe 2.
Sayuran tidak bertepung juga menjadi sumber serat yang mudah larut dan bisa menurunkan kadar glukosa serta kolesterol jahat.
Tapi, Anda juga tidak disarankan mengonsumsi sayuran non-tepung secara berlebihan. American Diabetes Association merkomendasikan untuk mengonsumsi sayuran tidak bertepung setengah piring sehari.
Baca Juga: Terbaru, Pasien Virus Corona Kembangkan Cairan Putih di Paru-Paru
Sementara itu, Anda juga bisa menurunkan kadar gula darah dengan makan lebih banyak kayu manis. Kayu manis adalah pilihan bumbu yang bagus untuk pasien diabetes guna meningkatkan sensitivitas insulin.
Tapi, Anda juga harus menghindari minum terlalu banyak jus buah. Karena, beberapa jus buah dianggap sebagai pilihan sehat tapi juga bisa menyebabkan lonjakan gula darah.
Anda juga perlu mewaspadai setiap gejala diabetes, karena banyak penderita yang tidak menyadarinya hingga berkembang buruk.
Umumnya, gejala diabetes termasuk luka yang sulit disembuhkan, rasa haus terus-menerus dan buang air kecil lebih sering.
Anda harus berbicara dengan dokter bila gejalanya semakin mengkhawatirkan, supaya dokter bisa membantu mendiagnosis itu termasuk gejala diabetes atau kondisi lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak