Suara.com - Pada musim hujan atau dingin, seseorang akan lebih mudah terserang flu, sinusitis, sakit tenggorokan dan sakit kepala. Kondisi ini akan lebih berat di tengah pandemi virus corona Covid-19.
Menurut Dr Ambanna Gowda, konsultan penyakit dalam, mengatakan kondisi ini berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh di musim dingin.
Pelatih kesehatan dan ahli gizi Kavita Devgan juga menjelaskan polusi bisa memperburuk gangguan pernapasan dan sangat penting untuk fokus pada kekebalan tubuh seseorang.
Tapi dilansir dari Times of India, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga sistem kekebalan tubuh selama pandemi virus corona Covid-19 di musim hujan.
1. Jangan hindari dokter
Para ahli menyarankan orang untuk tetap waspada, karena gejala awal virus corona dan flu biasa sama. Karena itu, sulit untuk membedakan antara virus corona Covid-10 dengan demam normal secara klinis.
Tapi, Dr Ambanna menyarakan seseorang mengunjungi dokter bila gejala pilek, sakit tenggorokan dan sakit kepala berlanjut lebih dari 3 hari.
2. Konsumsi makanan seimbangan
Kunci menjaga tubuh tetap sehat dan meningkatkan kekebalan tubuh terletak pada makanan yang dikonsumsi. Preety Tyagi, ahli nutrisi dan kebugaran, mengatak tiga nutrisi teratas untuk meningkatkan kekebalan tubuh adalah vitamin C, seng dan zat besi.
Baca Juga: Berisiko Sebarkan Virus Corona, Hati-Hati Sentuh 6 Permukaan Benda Ini!
Manfaat vitamin C untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Anda bisa mendapatkan nutrisi ini dengan mengonsumsi buah jeruk, kiwi, jambu biji, paprika dan brokoli.
Kekurangan seng dalam tubuh juga berkaitan dengan peningkatan kerentanan tubuh terhadap pneumonia dan infeksi lain pada anak-anak serta orang tua.
Guna mendapatkan zinc yang cukup, Anda disarankan makan telur, unggas, sereal, kacang-kacangan, buncis dan kacang-kacangan.
Meski begitu, pakar kesehatan tetap menyarankan semua orang untuk menjalani protokol kesehatan yang benar, seperti memakai masker, menjaga jarak sosial dan mencuci tangan teratur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi