Suara.com - Secara umum, air putih atau mineral dibutuhkan agar tubuh tetap sehat. Oleh karenanya, cairan ini sangat dibutuhkan ibu hamil,untuk kesehatan sang ibu maupun perkembangan janin.
Selain itu, asupan air juga membantu membentuk cairan ketuban, menghasilkan ekstra darah, membawa nutrisi, meningkatkan pencernaan, membuang racun, dan membangun jaringan baru.
"Oleh karena itu, penting untuk wanita hamil minum setidaknya 10 gelas air putih setiap hari," kata Hemangi Negi, Konsultan Senior Obgyn, Max Multi Speciality Center, Noida.
Dilansir The Health Site, berikut fungsi asupan air putih bagi ibu hamil.
1. Suplai darah
Negi menjelaskan bahwa hidrasi tubuh yang cukup selama kehamilan penting dilakukan agar semua organ mendapat suplai darah yang baik.
Efek lainnya dari ini adalah kulit sang ibu yang lebih bersinar.
2. Mengangkut nutrisi ke bayi
"Air berperan sebagai media untuk mengangkut vitamin , mineral, dan nutrisi penting lainnya kepada bayi melalui sel darah ibu agar bayi di dalam rahim tumbuh sehat," sambungnya.
Baca Juga: Jelang Libur Panjang, Epidemiolog Unair Imbau Masyarakat Hindari Wisata Air
Cairan yang mengelilingi bayi, disebut cairan ketuban, terbuat dari air dari tubuh sang ibu. Jadi, asupan air putih yang cukup selama kehamilanakan memungkinkan volume cairan menjadi nromal.
3. Menghindari infeksi
Asupan air putih yang cukup selama kehamilan mengurangi kemungkinan berkembangnya infeksi seperti Infeksi Saluran Kemih (ISK).
“Air membuang kotoran di sepanjang saluran kemih dan dengan demikian mengurangi kemungkinan ISK dan batu ginjal,” jelasnya.
4. Mengatasi masalah pencernaan
Masalah pencernaan seperti keasaman, sembelit cukup umum terjadi selama kehamilan. Namun, masalah tersebut bisa dihindari dengan asupan air yang tepat.
Selain itu, air memberi efek pendinginan, yang dapat bermanfaat bagi ibu hamil dan bayinya.
5. Mengurangi pembengkakan
Wanita hamil rentan mengalami edema atau pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, dan tangan.
Negi merekomendasikan minum 10 gelas air putih setiap hari untuk mengurangi pembengkakan. Bahkan dalam beberapa kasus, hal ini mungkin membuat pembengkakan hilang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang