Suara.com - Update Covid-19 di dunia hingga hari ini, Minggu, 25 Oktober 2020, pandemi virus Corona baru itu telah menginfeksi 217 negara di dunia.
Dalam situs worldometers.info hingga Minggu, 25 Oktober 2020 pukul 00.34 GMT atau 07.34 WIB, infeksi virus corona telah mengenai lebih dari 42,9 juta orang di dunia.
Infeksi paling banyak terjadi di Benua Asia dengan jumlah 13.070.697 kasus. Menurut situs Reuters, infeksi bertambah lantaran penambahan kasus di India meskipun ada perlambatan dan penurunan tajam dibeberapa negara lain.
Dikutip dari Channel News Asia disebutkan bahwa Asia juga menyumbang sekitar 14 persen dari jumlah angka kematian akibat Covid-19 dengan total 233.115 jiwa. India terbanyak memiliki angka kematian Covid-19 di Asia dengan total 118.567 jiwa.
Diikuti Iran dengan 32.320 jiwa, Indonesia 13.205 jiwa, Iraq 10.568 jiwa, dan Turki 9.727 jiwa.
Para ahli menduga, jumlah sebenarnya dari kasus dan angka kematian di Asia kemungkinan besar jauh lebih tinggi. Mengingat kekurangan dalam pengujian dan potensi kurangnya pelaporan di banyak negara.
Meski begitu, negara-negara di Asia secara keseluruhan juga melaporkan peningkatan dalam penanganan pandemi selama beberapa pekan terakhir. Terlihat dari beban kasus harian yang melambat di sejumlah negara seperti India, sangat kontras dengan peningkatan Covid-19 yang terlihat di Eropa dan Amerika Utara.
Eropa bahkan mengalami lonjakan kasus selama hampir dua pekan terakhir. Benua itu menyumbang hampir setengah infeksi baru dengan jumlah 205.806 kasus.
Sedangkan secara keseluruhan di dunia infeksi baru pada Sabtu (24/10) tercatat 451.681 kasus membuat total infeksi Covid-19 mencapai 42,9 juta sejak pertama kali muncul di Wuhan, China pada akhir 2019.
Baca Juga: Videografis: Panduan ke Rumah Sakit di Masa Pandemi Covid-19
Berita Terkait
-
IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien