Suara.com - Untuk menemukan sebuah vaksin akan suatu penyakit biasanya dibutuhkan waktu yang relatif lama, bahkan bisa hingga bertahun-tahun.
Tapi, kini dalam situasi pandemi, vaksin Covid-19 bisa diciptakan dalam waktu yang relatif singkat, yakni hanya kurang lebih satu tahun.
Lantas, sebenarnya apa rahasia yang membuat vaksin Covid-19 bisa diproduksi dalam waktu yang relatif cepat?
"Kalau zaman dulu pertama tentu harus dapat agen dulu yang murni dan diperbanyak dan disiapkan buat vaksin itu yang seringkali lama" ujar Ahli Virologi Universitas Udayana Bali, Prof Ngurah Mahardika, dalam webinar Forum Merdeka Barat 9, di YouTube, Senin, (2/11/2020).
Sedangkan untuk sekarang, juga bisa menggunakan agen pertama seperti pada vaksin Sinovac yang menggunakan agen Covid-19 murni. Namun, menurut Ngurah, ada juga teknologi lain yang memungkinkan vaksin bisa diproduksi dengan lebih cepat.
"(Kita cukup) tahu gennya tidak perlu virus kemudian sintetik, jadi bisa sangat cepat, jadi jaman dulu butuh waktu lama untuk menemukan bibitnya sekarang butuh waktu satu sampai dua bulan saja," ujar Ngurah.
Selain itu, situasi pandemi saat jutaan orang telah tertular virus corona juga membuat vaksin Covid-19 butuh proses percepatan. Tentunya ini berbeda dengan situasi di luar pandemi, saat penyakit relatif bisa dikendalikan.
"Kalau penyakit biasa-biasa bisa berleha leha tapi untuk pandemi ini jaminan akses vaksin yang murah, yang baik dan yang sama rata untuk semua penduduk dunia," ujar Ngurah.
"Jadi tergantung fasenya apakah sudah lazim atau pandemi, untuk pandemi dimugkinkan untuk akselerasi sehingga jadi lebih cepat."
Baca Juga: Kabar Baik, Vaksin Covid-19 Moderna Siap Meluncur Global
Meski dibuat dengan proses akselerasi, namun, Ngurang menegaskan bahwa kualitas dan keamanan tetap menjadi yang utama.
Jaminan keamanan, lanjut Ngurah, adalah suatu hal yang tidak bisa dikompromi.
"Untuk vaksin aman itu prosesnya panjang untuk kualitas daya guna tidak ada kompromi sama sekali semua sesuai proses, hanya proses regulasi yang dipercepat," ujar Ngurah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga