Suara.com - Pemerintah Arab Saudi baru saja membuka kembali akses beribadah umrah untuk umat muslim di seluruh dunia. Bahkan, tercatat 360 warga Indonesia telah berangkat perdana untuk melakukan ibadah umrah saat masa pandemi Covid-19.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Puskeshaji Kemenkes RI), Eka Jusup Singka mengatakan para jemaah umrah Indonesia untuk selalu menjaga kesehatan dirinya mengingat saat ini masih pada masa pandemi Covid-19.
“Jemaah agar selalu mematuhi protokol kesehatan yang telah dihimbau pemerintah dan WHO dengan melakukan 3 M yakni selalu menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” ujar Eka dalam pernyataannya seperti dikutip dalam laman Kemenkes RI, Selasa (3/11/2020).
Sementara, meskipun pemerintah Arab Saudi telah membatasi jumlah jemaah yang beribadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, dia tetap mengingatkan bagi jemaah Indonesia untuk menghindari kerumunan massa yang berpotensi menimbulkan risiko penularan Covid-19 antar jemaah lintas negara.
“Hindari melakukan kegiatan yang tidak perlu. Sebisa mungkin hindari kerumunan orang dan jangan mengunjungi peternakan unta. Karena lebih baik mencegah sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” bebernya.
Tak lupa Eka meminta agar jemaah umrah asal Indonesia untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, salah satunya dengan mengonsumsi makanan bergizi saat berada di luar negeri.
“Dengan makanan bergizi maka tubuh akan lebih fit sehingga imunitas dapat terjaga dan terhindar dari penularan penyakit, tidak hanya Covid-19, tetapi juga MERS-COV yang pernah merebak di kawasan timur tengah,” tegas dia.
Terlepas dari itu, Eka berharap para penyelenggara umrah (KBIHU) juga mempunyai tanggung jawab bersama terhadap aspek keselamatan dan kesesatan jemaahnya, serta selalu mengingat kan jemaahnya untuk mematuhi semua peraturan kesesatan Pemerintah Arab Saudi.
“Apabila protokol kesehatan dilanggar, tentu bakal berisiko meningkatkan jumlah kasus Covid-19 dari jemaah umrah di Arab Saudi. Jadi, jangan sampai abai baik dari penyelenggara maupun jemaah terhadap protokol kesehatan,” tuturnya.
Baca Juga: Di Tengah Pandemi, PUPR telah Selesaikan 601.637 Unit Rumah bagi Masyarakat
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya