Suara.com - Istirahat sama pentingnya bagi tubuh seperti makan dengan benar dan berolahraga. Ketika berbicara tentang istirahat, kita kebanyakan berpikir tentang tidur. Padahal istirahat yang baik untuk kesehatan bukan hanya tidur.
Melansir dari Times of India, Tasha Bailey seorang konselor trauma dan terapis memberikan tujuh macam istirahat yang Anda butuhkan, antara lain:
1. Istirahat Fisik
Istirahat fisik yang dimaksud oleh Bailey adalah memastikan tubuh dapat mengisi ulang dayanya dengan membiarkannya relaks dan memperbaiki diri.
Tidur siang, tidur lebih awal dari biasanya, melakukan yoga, dan meluangkan waktu untuk makan siang dengan tenang dapat menjadi jenis istirahat fisik.
2. Istirahat Mental
Istirahat mental bisa berupa melepaskan diri dari gawai, mencoba afirmasi positif atau memainkan musik favorit.
3. Istirahat Emosional
Melepaskan beban emosional adalah arti istirahat emosional. Bagikan emosi Anda dengan seseorang yang Anda cintai. Jika Anda merasa tidak nyaman berbicara dengan teman atau kerabat, cobalah berbicara dengan terapis.
Baca Juga: Tingkatkan Kesehatan Mental, Simak 3 Olahraga Terbaik Redakan Depresi
4. Istirahat Sosial
Istirahat sosial mengacu pada memulihkan diri melalui berhubungan kembali dengan diri sendiri.
5. Istirahat dari Kreativitas
Untuk membuat diri Anda tetap bersemangat dan menemukan lebih banyak inspirasi, istirahat dari kreativitas itu penting. Terkadang melepaskan diri dari kreativitas kita sendiri dan beralih ke kreativitas orang lain juga dapat membantu.
Istirahat jenis ini bisa dilakukan dengan berjalan-jalan atau melihat karya seni orang lain. Membersihkan meja kerja dan merapikan kamar juga dapat membantu menenangkan pikiran.
6. Istirahat Sensorik
Istirahat sensorik adalah mundur dari beban indrawi yang berlebihan dengan berhubungan kembali dengan diri Anda sendiri. Mematikan gadget dan menghirup udara segar dapat membantu Anda mendapatkan istirahat indrawi.
Anda dapat berolahraga di luar ruangan atau melihat pemandangan luar tempat kerja.
7. Istirahat Spiritual
Bentuk istirahat terakhir yang disarankan oleh terapis adalah istirahat spiritual. "Kita membutuhkan ini untuk merasa berlabuh dan disesuaikan dengan tujuan dan harmoni kita," kaya Bailey.
Membaca kitab suci atau tulisan filosofis, bermeditasi hingga menjadi sukarelawan dapat membantu Anda mendapatkan istirahat spiritual.
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
Terkini
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026