Suara.com - Setelah 3,5 tahun di Arab Saudi, Habib Rizieq Shihab akhirnya pulang ke Indonesia pada Selasa (10/11). Habib Rizieq tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pukul 09.00 WIB.
Habib Rizieq datang bersama keluarganya dan kadatangannya langsung disambut para pendukungnya.
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta aparat kepolisian agar tak berlebihan mengamankan kepulangan Habib Rizieq.
"Aparat tidak usah terlalu berlebih-lebihan ini masalah biasa saja anggap hal yang reguler," kata Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (9/11/2020).
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia telah mengeluarkan protokol kesehatan penanganan kepulangan WNI dan kedatangan WNA dari luar negeri yang diunggah melalui laman resmi kemlu.go.id. Berikut pedomannya:
1. Bagi WNI/WNA yang membawa health certificate untuk membuktikan hasil pemeriksaan PCR negatif virus corona Covid-19, berikut ini yang bisa dilakukan:
- Lakukan pemeriksaan kesehatan tambahan kecuali rapid test atau PCR.
- Jika tak memiliki penyakit atau faktor risiko pada pemeriksaan kesehatan, KKP menerbitkan klirens kesehatan dan Health Alert Card (HAC) kepada yang bersangkutan.
- Pihak bersangkutan bisa melanjutkan perjalanan ke daerah asal atau tujuan dengan membawa surat jalan dari pihak Satgas Penanganan Covid-19 dan selalu menerapkan protokol kesehatan, termasuk pakai masker selama perjalanan.
- Lakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari, jaga jarak, pakai masker dan menerapkan perilaku hidup bersih serta sehat (PHBS).
- Khusus WNI, klirens kesehatan diserahkan kepada pihak RT/RW setempat yang selanjutnya diteruskan kepada puskesmas setempat agar tetap terpantau.
- Khusus WNA, klirens kesehatan diserahkan kepada pihak perwakilan negaranya untuk diteruskan ke dinas kesehatan kabupaten/kota setempat untuk dipantau selama karantina mandiri.
2. Bagi WNI yang pulang tidak membawa health certificate atau masa berlakunya sudah lebih dari 7 hari atau tidak membuktikan hasil pemeriksaan PCR negatif Covid-19, maka ia harus melakukan pemeriksaan kesehatan tambahan, termasuk rapid test atau PCR.
3. Apabila bisa dilakukan pengambilan spesimen untuk pemeriksaan PCR di pintu masuk, WNI bisa menunggu sementara di fasilitas karantina yang disiapkan sampai hasil pemeriksaan PCR keluar.
WNI dengan hasil PCR negatif Covid-19 dan tidak memiliki penyakit atau faktor risiko lain pada pemeriksaan kesehatan, maka ini langkah yang harus dilakukan:
Baca Juga: Alami Empat Kali Serangan Jantung, Mbah Djiwo Gunakan JKN-KIS
- Diberikan klirens kesehatan oleh petugas kesehatan di fasilitas karantina.
- Membawa Health Alert Card (HAC) yang sudah diberikan di pintu masuk.
- Anda bisa melanjutkan perjalanan ke daerah asal atau tempat tujuan dengan membawa surat jalan dari Satgas Penanganan Covid-19 dan selalu menerapkan protokol kesehatan termasuk memakai masker selama perjalanan.
- Melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari, jaga jarak, pakai masker dan menerapkan perilaku hidup bersih.
- Klirens kesehatan diserahkan kepada RT/RW setempat yang diteruskan ke puskesmas setempat untuk dipantau selama karantina mandiri.
4. Apabila tidak bisa dilakukan pemeriksaan PCR di pintu masuk, terhadap WNI dilakukan pemeriksaan rapid test.
5. WNI dengan hasil rapid test nonreaktif, maka:
- Harus karantina di rumah atau fasilitas yang disediakan pemerintah.
- Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nasional/Daerah ataupun pihak lainnya menyediakan fasilitas transportasi dari pintu masuk ke fasilitas karantina.
- KKP tetap memberikan HAC pada orang yang bersangkutan.
- Masa karantina berlangsung sampai muncul hasil pemeriksaan PCR negatif virus corona dan pemeriksaan ulang rapid test pada hari ke-7 sampai ke-10 non reaktif.
6. WNI dengan hasil rapid test reaktif atau hasil pemeriksaan PCR positif Covid-19 dirujuk ke rumah sakit darurat/rumah sakit rujukan di wilayah setempat dengan menerapkan protokol rujukan penyakit infeksi.
7. Pada WNA yang datang tidak membawa health certificate atau sudah lebih dari 7 hari atau tidak membuktikan pemeriksaan PCR negatif, maka:
- WNA tetap melakukan pemeriksaan kesehatan tambahan, termasuk rapid test.
- Jika hasil pemeriksaan rapid test reaktif, WNA yang memiliki komorbid atau gejala demam perlu dirujuk ke RS darurat atau RS rujukan.
- Jika hasil pemeriksaan rapid test nonreaktif, lakukan karantina di rumah atau fasilitas yang tersedia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat