Suara.com - Kebanyakan anak akan mulai mendapatkan makanan pendamping ASI atau MPASI saat berusia enam bulan. Sejak saat itulah, orangtua disarankan telah menerapkan aturan makan atau feeding rules.
Dokter spesialis anak dr. Lucy Amelia Sp. A. M.Kes. mengatakan bahwa anak butuh jadwal makan yang teratur dan bernutrisi seimbang agar terbiasa hingga dewasa.
"Dari usia 6 bulan sudah menerapkan feeding rules. Jadi kalau mulainya usia 1 tahun, 3 tahun, kita sudah mulai kesulitan, (anak) maunya makan junk food. Itu sebenarnya sedikit terlambat. Karena untuk feeding rules itu kita mulai di usia 6 bulan," paparnya dikutip dari IGTV enfaclub, Rabu (11/11/2020).
Ia mengingatkan, feeding rules harus dilakukan dengan konsisten, tidak ada pemaksaan, maksimal waktu anak makan selama 30 menit, serta sesuai jadwal.
"Orangtua kadang kalau anak nggak mau makan, kemudian diberikan cemilan, susu, atau air putih. Padahal kita harus on schedule dengan jam makan yang kita terapkan," ucapnya.
Makan berat sebaiknya dilakukan tiga kali sehari. Anak baru diberikan cemilan di sela-sela antara makan pagi, siang, dan malam, saran dokter Lucy. Termasuk juga memberikan susu pada waktu selingan makan.
"Kalau sudah menerapkan secara proporsional, menu makan juga harus variatif. Karena anak di atas 1 tahun sudah bisa memilih dan merasa bosan. Kadang orangtua putus asa, sehingga berikan junkfood saja. Padahal kita harus menyadari bahwa anak di atas 1 tahun dia mau eksplore, mau makan semuanya. Itu juga harus diperhatikan," tuturnya.
Lucy menjelaskan bahwa akibat pemenuhan nutrisi yang tidak seimbang, hal ini bisa menyebabkan penurunan berat badan anak. Perkembangan kognitif juga motorik berkurang, bahkan dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan stunting.
"Itu adalah suatu keadaan di mana bukan hanya tinggi di bawah rata-rata, tapi otaknya juga. Pada kemudian hari, akan membuat IQ-nya di bawah rata-rata dibandingkan anak tidak stunting," ucapnya.
Baca Juga: Heboh Bayi 6 Bulan Main Ski Air, Warganet: Di Indonesia, Lo Diomelin Mertua
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat