Manfaat pisang tanduk selanjutnya adalah mengontrol tekanan darah. Pisang tanduk kaya akan kalium, serat, dan antioksidan yang berperan dalam menurunkan tekanan darah.
Selain itu, pisang tanduk juga rendah natrium sehingga bisa mencegah peningkatan tekanan darah dan memelihara kesehatan jantung.
Berkat manfaatnya tersebut, pisang tanduk baik dikonsumsi oleh orang yang menderita hipertensi.
4. Menjaga imunitas tubuh
Daya tahan tubuh yang kuat berperan penting dalam pencegahan penyakit, terutama penyakit akibat infeksi.
Untuk menjaga imunitas tubuh tetap kuat, Anda disarankan mengonsumsi lebih banyak makanan yang mengandung protein, vitamin, dan mineral.
Asupan nutrisi tersebut bisa diperoleh dari pisang tanduk.
5. Memenuhi asupan nutrisi ibu hamil
Pisang tanduk juga merupakan salah satu pilihan buah yang baik untuk ibu hamil dan janin.
Baca Juga: Heboh Daun Pisang seperti Kain Kafan, Warga Sempat Gelar Ritual
Kandungan vitamin A, vitamin B, protein, folat, dan zat besi pada pisang tanduk diketahui baik untuk mencukupi kebutuhan nutrisi ibu hamil dan janin, serta mengurangi risiko terjadinya persalinan prematur dan cacat bawaan lahir.
6. Mencegah anemia
Anemia adalah kondisi ketika jumlah sel darah merah dalam tubuh berkurang, sehingga asupan oksigen tidak tercukupi.
Penyakit ini bisa membuat penderitanya mudah lelah dan sulit konsentrasi, serta sistem imunnya melemah.
Untuk mencegah dan mengatasi anemia, Anda disarankan mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung folat dan zat besi, misalnya pisang tanduk.
7. Menurunkan berat badan
Bagi Anda yang sedang menjalani program diet, pisang tanduk bisa menjadi salah satu pilihan makanan yang baik untuk dikonsumsi.
Hal ini dikarenakan pisang tanduk mengandung karbohidrat kompleks, serat, protein, serta vitamin dan mineral.
Meski manfaat pisang tanduk begitu banyak, Anda tetap harus memperhatikan kebersihan dan cara mengolahnya.
Pilihlah pisang tanduk yang kondisinya masih baik dan belum terlihat busuk.
Buah ini pun sebaiknya diolah dengan cara dikukus, dipanggang, direbus, atau dibuat menjadi jus.
Anda juga disarankan selain banyak mengonsumsi pisang tanduk, Anda juga perlu rutin berolahraga serta membatasi asupan makanan berlemak dan tinggi kalori untuk menjaga atau menurunkan berat badan.
Berita Terkait
-
3 Makanan Indonesia Favorit Angus Ng Ka Long, Bintang Hong Kong Keturunan Surabaya
-
Kisah Pilu Bocah Yatim Usia 7 Tahun Ditinggal Ibu: Hidup Sendiri Jualan Daun Pisang
-
Pocong yang Membesar sambil Menyeringai Gila di Kebun Pisang
-
Bukan Pisang Biasa, Menikmati Hidangan Penutup Adat Desa Muaro Jambi
-
Harga Plastik Naik Gila-Gilaan, Puan Maharani Ajak UMKM Beralih ke Kemasan Daun
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!