Suara.com - Semua orang telah diwajibkan memakai masker setiap keluar rumah untuk melindungi dirinya dan orang lain dari penyebaran virus corona Covid-19.
Kini, masker antivirus jenis baru pun telah dikembangkan karena bisa membunuh virus, termasuk virus corona Covid-19 dan influenza.
Masker antivirus ini dikembangkan oleh Ilmuwan Universitas Nottingham Trent yang tersedia pada awal Desember 2020.
Jika umumnya masker mungkin memiliki 2 sampai 3 lapisan. Tapi, masker antivirus ini memiliki 5 lapisan termasuk lapisan antivirus yang terbuat dari tembaga nano.
Tembaga ini memiliki ion yang dilepaskan setelah bersentuhan dengan virus, sehingga menyebabkan virus mati dan berhenti berkembang biak.
"Masker yang kami kembangkan telah terbukti mampu menonaktifkan virus ketika tertular. Karena, lapisan antivirus membunuh virus yang telah diblokir oleh lapisan filter," jelas Dr Gareth Cave dikutip dari Mirror UK.
Sedangkan, masker konvensional dipasaran adalah masker yang hanya berfungsi memblokir virus agar tak keluar masuk dari masker. Karena, masker itu tidak memiliki mekanisme aktif untuk membuhnya setelah terperangkap.
Lalu, masker antivirus baru ini telah dirancang untuk memanfaatkan teknologi penghalang yang ada dan menggabungkannya dengan nanoteknologi kami untuk membunuh virus setelah terperangkap.
"Kami telah menambahkan lapisan penghalang ke kedua sisi topeng sehingga tidak hanya melindungi pemakainya, tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Dengan membunuh virus saat terjadi kontak, artinya masker bekas juga bisa dibuang dengan kondisi aman dan tidak berpotensi menyebarkan virus," jelasnya.
Baca Juga: Ahli Oxford Sebut Efek Samping Vaksin Virus Corona Terlihat dalam 2 Bulan
Selama masa pengujian, masker wajah telah terbukti mampu membunuh lebih dari 90 persen virus corona dan influenza dalam 7 jam. Hal itu menunjukkan masker antivirus ini memiliki efisiensi penyaringan 99,98 persen.
Masker antivirus ini pun diharapkan bisa mulai diproduksi bulan ini dan akan tersedia dalam jumlah banyak mulai Desember 2020 mendatangan.
Berita Terkait
-
5 Sheet Mask Premium Mulai Rp100 Ribuan untuk Wajah Glowing Tanpa Treatment
-
5 Rekomendasi Sheet Mask untuk Wajah Kusam, Kulit Jadi Cerah Mulai Rp3 Ribuan
-
4 Masker Black Tea Kaya Antioksidan untuk Hempas Kerutan dan Kulit Kusam
-
4 Clay Mask Peppermint dengan Sensasi Cooling untuk Hempas Minyak Membandel
-
5 Clay Mask Mugwort Lokal untuk Wajah Lebih Bersih, Tenang, dan Bebas Kilap
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh
-
Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek
-
Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini
-
Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak
-
Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus