Suara.com - Virus corona Covid-19 pada anak memang sering kali tak menimbulkan gejala parah seperti orang dewasa. Namun laporan baru menunjukkan bahwa ada beberapa kasus anak yang menunjukkan gejala lama atau long Covid-19
Melansir dari Medicalxpress, tinjauan sistematis yang diterbitkan di Acta Paediatrica menjalaskan bahwa ada lima anak yang mengalami gejala Covid-19 hingga berbulan-bulan.
Jonas F Ludvigsson, dokter anak di Rumah Sakit Universitas Örebro dan profesor di Departemen Epidemiologi Medis dan Biostatistik, Karolinska Institutet dan penulis penelitian menjelaskan ada lima anak dengan Covid-19 klinis yang memiliki efek jangka panjang, serupa dengan orang dewasa.
Ludvigsson menyatakan bahwa ia menemui lima anak dengan gejala panjang berusia antara sembilan tahun, 15 tahun dan empat tahun di mana semuanya perempuan.
"Kelima anak tersebut mengalami kelelahan, dispnea, jantung berdebar-debar atau nyeri dada dan empat mengalami sakit kepala, kesulitan berkonsentrasi, kelemahan otot, pusing dan sakit tenggorokan," kata Profesor Ludvigsson.
Semua anak memiliki gejala yang masih terasa 6 hingga 8 bulan setelah onset Covid-19. Kelelahan adalah gejala utama.
"Setengah tahun setelah timbulnya penyakit, beberapa anak telah membaik, tetapi tidak ada yang sepenuhnya kembali ke sekolah," ujar Ludvigsson.
"Diperlukan lebih banyak penelitian tentang prevalensi dan prognosis Covid-19 jangka panjang pada anak-anak, perawatan kesehatan perlu ditindaklanjuti beberapa dari anak-anak ini memiliki keluhan yang substansial," imbuhnya.
Baca Juga: Peneliti China: Vaksin CoronaVac Cocok untuk Penggunaan Darurat
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?