Pada bulan Agustus, hampir 5 bulan setelah esai awal, para ilmuwan mengukur kembali tingkat antibodi. Sementara jumlah antibodi turun lebih dari 50 persen pada kebanyakan pasien, yang lebih mengejutkan adalah penemuan tingkat sel B memori peserta.
Ini adalah sel kekebalan yang sama dalam tubuh yang membantu membangun dan mengelola antibodi melawan patogen, selain dari respons sel-T bawaan.
Para ilmuwan menganalisis dengan cermat tingkat memori sel B dari enam pasien. Saat itulah mereka melakukan penelitian yang cukup luar biasa. Dalam kira-kira lima bulan sejak studi awal, sel B memori para peserta ini telah mengambil mutasi genetik yang mengubah antibodi yang mereka hasilkan.
Sementara mutasi baru saja dibicarakan baru-baru ini, para ilmuwan mengamati bahwa pasien yang memiliki jejak kecil dari virus yang tertinggal di tubuh mereka, terutama di usus mereka lebih cenderung memiliki antibodi kuat yang dapat bertindak melawan mutasi.
Menambah penelitian mereka, para peneliti, yang juga bekerja sama dengan dokter dari Rumah Sakit Mount Sinai untuk mengevaluasi secara kritis penelitian tersebut menunjukkan bahwa tidak seperti infeksi virus lainnya, antibodi Covid-19 mungkin tahan lama dan kuat.
Para peneliti juga menambahkan bahwa meskipun antibodi mulai berkurang, kehadiran sel B memori pintar dapat membantu memasukkan antibodi yang diperlukan dalam tindakan saat dibutuhkan.
Studi lain, yang dipimpin oleh konsorsium imunologi yang berbasis di Inggris juga menyarankan hal yang sama. Terutama setelah menemukan tingkat kekebalan sel T yang tinggi pada pasien yang pulih, enam bulan setelah infeksi, dengan sel darah putih yang lebih tinggi pada mereka yang menunjukkan lebih banyak gejala.
Sejauh ini, garis waktu enam bulan adalah yang terpanjang yang ditemukan. Belum dapat dikonfirmasi, tetapi pada saat yang sama, sangat sulit untuk mengharapkan bahwa kita dapat memiliki kekebalan seumur hidup terhadap COVID-19. Tidak ada penelitian medis yang menyarankan hal yang sama.
Bahkan dengan vaksin yang akan datang, kita mungkin membutuhkan lebih dari satu dosis vaksin untuk mencegah Covid-19.
Baca Juga: Bagikan Masker ke FPI, Relawan Satgas Covid-19 Desak Doni Monardo Mundur
Adapun apa yang paling berhasil dalam menjaga diri kita aman dari virus mematikan, tindakan sederhana seperti mencuci tangan, desinfeksi, dan menjauhkan diri adalah satu-satunya bentuk kekebalan terhadap infeksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya