Suara.com - Sudah melahirkan tapi perut masih besar dan berat badan belum kembali ke angka normal? Masalah seperti ini pasti kerap dialami para ibu yang baru melahirkan. Bikin pusing, karena baju-baju sebelum hamil tak lagi bisa dipakai karena kekecilan. Masa sih, pakai baju hamil lagi?
Lalu, adakah solusinya? Yang pasti, hindari melakukan diet ekstrim, ya, karena bisa memengaruhi kesehatan Anda. Untuk cara yang aman, yuk simak tips dari The Asiant Parent di bawah ini cara untuk bisa mengecilkan perut pasca melahirkan.
1. Menjalankan Pola Makan Sehat
Usahakan untuk mulai mengonsumsi makanan dengan lemak yang rendah, seperti biji-bijian atau kacang-kacangan. Jangan lupa untuk mengonsumsi sayuran dan buah-buahan untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral.
Jika ingin mengonsumsi susu, pilih susu rendah lemak. Selain itu, hindari makanan camilan yang berminyak, minuman bersoda, atau makanan ringan seperti keripik.
Hindari juga berbagai minuman kemasan serba manis yang tersedia di berbagai minimarket di dekat rumah. Minuman manis dalam kemasan memiliki kalori tinggi dan membawa sejumlah dampak buruk bagi kesehatan.
2. Menyediakan Camilan yang Sehat
Camilan memang menjadi godaan yang sangat berat. Apalagi, di masa menyusui Anda akan merasa lebih sering lapar. Nah, supaya masih bisa tetap ngemil, ganti camilan tak sehat seperti keripik dengan camilan yang lebih sehat. Anda bisa sediakan di rumah berbagai makanan sehat seperti roti gandum, buah-buahan, sereal gandum, dan sayuran untuk dibikin salad.
Selain itu, Anda juga bisa menyediakan yogurt di rumah untuk memenuhi keinginan minum minuman manis. Yogurt mengandung kalsium yang sangat baik untuk tubuh dan dapat membantu penurunan berat badan.
3. Menyusui
Menyusui bisa membantu menurunkan berat badan. Itu karena setiap kali Anda menyusui, tubuh bisa membakar sekitar 500-700 kalori per hari. Luar biasa, kan?
Itu sebabnya, selama menyusui, Anda tidak perlu mengurangi asupan kalori harian. Anda cukup mengganti makanan tidak sehat dengan makanan yang lebih kaya nutrisi agar kualitas ASI juga semakin baik.
4. Berolahraga
Berolahraga pascamelahirkan memang jadi dilema. Kondisi tubuh yang masih terasa sangat lelah, ditambah dengan pola tidur bayi yang masih belum teratur, membuat olahraga menjadi aktivitas yang tidak bisa diprioritaskan.
Baca Juga: Ahli Gizi: Ibu Menyusui Boleh Diet 3 Bulan Pascamelahirkan
Akan tetapi, ketika tubuh sudah mulai siap, sebaiknya segera lakukan olahraga karena bisa membuat tubuh Anda lebih segar dan bugar. Meskipun berat, lakukan olahraga secara perlahan dengan melakukan olahraga ringan, seperti latihan dasar untuk panggul dan otot perut.
5. Ajak Bayi Jalan-Jalan ke Luar Rumah
Jika Anda merasa belum bisa meluangkan waktu untuk olahraga dengan alasan tak bisa meninggalkan bayi, maka jalan-jalan bersama bayi bisa jadi pilihan yang paling bagus dan efisien. Gendong bayi Anda dan ajak ia jalan-jalan keliling lingkungan rumah di pagi hari, setidaknya selama setengah sampai satu jam.
Olahraga ringan semacam ini sangat bagus untuk dilakukan. Selain menyenangkan, juga sekaligus membantu menguras kalori yang ada di dalam tubuh. Jalan-jalan sambil menggendong bayi seperti ini bisa membakar sebanyak 400 kalori. Jangan lupa untuk menjaga asupan makan dan mengurangi camilan tidak bergizi.
6. Meluangkan Waktu untuk Tidur Siang
Siklus tidur yang tidak teratur saat menjadi ibu baru bisa mengganggu metabolisme tubuh sehingga Anda menjadi lebih sulit untuk menurunkan berat badan. Tidur siang menjadi salah satu solusi untuk bisa menurunkan berat badan pascamelahirkan.
Dengan terbiasa tidur siang, Anda jadi tidak lagi memiliki waktu untuk mengonsumsi camilan tinggi gula untuk meningkatkan energi. Selain itu, tidur siang juga membantu Anda yang menyusui untuk memiliki energi tambahan melakukan aktivitas harian.
Itulah 6 tips yang bisa membantu Anda menurunkan berat badan dan mengecilkan perut pascamelahirkan. Hal penting yang perlu diingat adalah jangan melakukan diet tidak masuk akal sehingga bisa mengganggu proses menyusui dan kesehatan tubuh, ya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem