Suara.com - Semua orang tentu ingin memiliki gigi rapi dan putih. Namun untuk mendapatkan hal itu terkadang tidaklah mudah bagi sebagian orang. Bahkan, sekadar rajin menyikat gigi tak bisa menjadi solusi terbaik. Lalu, bagaimana menjaga gigi agar rapi dan putih bersih.
Menurut drg. Deviana Maria bahwa kunci merawat gigi ialah dengan membersihkannya secara baik dan benar. Beberapa diantaranya, menyikat gigi, membersihkannya dengan benang gigi dan menggunakan obat kumur.
“Hal ini yang belum banyak disadari orang, cara menyikat gigi, membersihkan dengan benang gigi hingga obat kumur masih banyak yang benar, jadi cobalah untuk konsultasikan ke dokter gigi, ujar Deviana dalam pernyataannya secara virtual, Jumat (27/11/2020).
Kemudian, hentikan kebiasaan buruk dengan menghindari konsumsi kopi, anggur merah, minuman bersoda dan makanan manis olahan, karena hal tersebut bisa membuat gigi memiliki plak.
Ia juga menyarankan untuk menggunakan bahan-bahan rumahan jika sulit menghilangkan plak dengan cara menyikat gigi dengan baking soda yang dapat membantu memutihkannya dalam waktu lama. Baking soda menurutnya sebagai abrasif ringan yang perlahan-lahan menggosok noda enamel.
“Jadi menggunakannya kita cukup mencampurkan satu sendok teh baking soda dengan dua sendok teh air hingga menjadi pasta. Lalu, sikat gigi dengan ramuan ini beberapa kali setiap minggu. Pasta ini juga dapat dikombinasikan dengan pemutih hidrogen peroksida, tetapi jangan digunakan terlalu sering untuk menghindari erosi email,” jelasnya.
Tak hanya itu, gunakan juga dengan cuka sari apel yang diencerkan dengan air juga dapat digunakan sebagai obat kumur yang hemat. Selain itu, bahan rumahan lainnya yang bisa digunakan untuk memutihkan gigi adalah minyak kelapa.
Lebih jauh, ia mengatakan bahwa memiliki gigi dengan susunan yang rapi akan membuat seseorang merasa lebih percaya diri. Terutama jika orang tersebut bekerja di dalam suatu bidang yang mengutamakan penampilan.
“Pasti beda lah ya kita punya gigi yang rata akan lebih percaya diri lagi. Apalagi kalau pekerjaan kita yang sering bertemu dengan publik, ataupun sering dan perlu berbicara di depan umum,” bebernya.
Baca Juga: Arti Mimpi Tumbuh Gigi Baru, Bisa Jadi Tanda Kelahiran
Dia juga menambahkan bahwa jika memiliki gigi yang tidak rata atau menumpuk maka bisa berpengaruh pada kesehatan. Hal itu disebabkan karena gigi yang tidak rata atau menumpuk dapat menyebabkan sisa-sisa makanan menjadi lebih sulit untuk dibersihkan.
“Kalau gigi tidak rapi itu akan sangat sulit untuk membersihkan sisa-sisa makanan di sela-sela gigi. Dan itulah yang menyebabkan akhirnya gigi bolong. Dari bolong kalau tidak diatasi akan kena saraf, kemudian giginya sakit banget. Ujung-ujungnya giginya harus dicabut, dan itu makanya penting merawat gigi,” tutur dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat