Suara.com - Indonesia mencatat rekor baru dalam penambahan kasus virus corona Covid-19 sebanyak 8.369 pada Kamis (3/12/2020).
Berbanding terbalik dengan data tersebut, masyarakat justru semakin aktif beraktivitas di luar rumah, terlebih menjelang akhir tahun.
Oleh karenanya, agar tetap aman beraktivitas, masyarakat harus terus mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak).
Untuk mendukung penerapan 3M, khususnya protokol memakai masker, UOB Indonesia berkolaborasi dengan Halodoc mendonasikan 20 ribu masker kepada sejumlah keluarga di Jakarta dan Depok.
Donasi ini disampaikan melalui perwakilan organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kecamatan Cikoko dan Kecamatan Setiabudi, Jakarta, serta Kecamatan Sukamaju, Depok.
"UOB Indonesia menggunakan dana yang digalang melalui program UOB Heartbeat Global Virtual Run/Walk membagikan masker kepada masyarakat yang membutuhkan," kata Maya Rizano, Strategic Communications and Brand Head, UOB Indonesia.
Mitra program UOB Heartbeat Global Virtual Run/Walk, Halodoc, juga menggandeng dua seniman untuk mendesain masker, yaitu Alvian Anta Putera dan Diana Puspita.
"Kami percaya bahwa unsur kreatif dalam desain masker ini akan menarik lebih banyak orang untuk memakai masker. Kami menghargai upaya UOB Indonesia dan merasa terhormat dapat bekerja sama dalam inisiatif sosial yang kreatif ini," ujar Dionisius Nathaniel, Chief Marketing Officer Halodoc, dalam pers rilis yang diterima Suara.com.
Salah satu kelurahan yang mendapat donasi masker, kelurahan Cikoko, mengaku mengapresiasi aksi UOB Indonesia serta dukungan dari Halodoc ini.
Baca Juga: Banyak yang Tak Sadar, Ini 5 Tanda Anda Pernah Terinfeksi Virus Corona
“Kami mengapresiasi UOB Indonesia serta dukungan yang berarti dari Halodoc untuk mendorong lebih banyak masyarakat di Cikoko memakai masker, khususnya di tempat-tempat umum demi melindungi diri mereka sendiri," tandas Fitriyanti, Lurah Kelurahan Cikoko dan Pembina PKK Cikoko.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia