Suara.com - Perusahaan bioteknologi Moderna telah berbagi temuan bahwa vaksin Covid-19 buatannya bisa memberikan kekebalan selama 3 bulan setelah suntikan kedua.
Tapi, vaksin moderna ini masih menunggu persetujuan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), yang rencananya akan ada pertemuan 17 Desember 2020 untuk membahas aplikasi perusahaan.
Sebelumnya dilansir dari Fox News, FDA akan lebih dulu mengadakan pertemuan pada 10 Desember 2020 guna membahas vaksin Pfizer.
Sementara itu, para pemimpin negara bagian dan pejabat kesehatan mulai mengumumkan bahwa dosis awal vaksin Pfizer diharapkan bisa tersedia dalam beberapa minggu mendatang.
Tim dokter yang terlibat dalam uji klinis vaksin moderna menerbitkan korespodensi di New England Journal of Medicine, merinci temuan di antara 34 peserta dewasa yang sehat.
Suntikan vaksin moderna ini melibatkan rejimen 2 dosis yang diberikan dalam jarak 28 hari. Pada dosis 100 mikrogram, vaksin moderna menghasilkan antibodi pengikat dan penetral tingkat tinggi yang juga akan menurun dari waktu ke waktu.
Meski begitu, antibodi akan tetap meningkat pada semua peserta uji coba dalam 3 bulan setelah vaksinasi kedua. Bahkan tingkat antibodi di antara peserta uji coba jauh lebih tinggi dari 41 pasien virus corona Covid-19 yang pulih dalam kelompok kontrol.
Orang dewasa usia 18 hingga 55 tahun memiliki tingkat antibodi tertinggi, diikuti orang usia di atas 71 tahun dan mereka yang berusia 56 hingga 70 tahun.
Para peserta melaporkan tidak ada efek samping yang serius dan tidak ada efek samping yang dipertimbangkan oleh para peneliti setelah hari ke-57.
Baca Juga: Saat Vaksin Covid-19 Tersedia, Apakah Anak-Anak akan Mendapatkannya?
Namun, para peneliti mengaku belum bisa menetapkan antibodi yang dihasilkan vaksin Moderna memberikan perlindungan terhadap virus corona Covid-19 atau tidak.
Meski begitu, hasil uji cobanya menyiratkan bahwa vaksin Moderna memiliki potensi untuk menawarkan kekebalan yang tahan lama terhadap penyakit.
Temuan ini memberikan dukungan penggunaan dosis mRNA-1273 100-μg dalam uji coba fase 3 yang sedang berlangsung. Baru-baru ini, vaksin Moderna juga menunjukkan bukti kemanjuran 94,5 persen dalam mencegah virus corona Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!