Suara.com - Bagi penyuka drama Korea tentu tidak asing dengan seri Start-Up yang dimainkan oleh Bae Suzy dan Nam Joo-hyuk.
Dalam drama ini, Be Suzy yang memerankan Seo Dal-mi ternyata memiliki masalah psikologis Impostor Syndrome.
Kondisinya itu membuat Dal-mi merasa segala pencapaian dan kepercayaan dirinya adalah palsu.
Menurut artikel yang diulas di International Journal of Behavioral Science, diperkirakan 70% orang mengalami perasaan palsu ini di beberapa titik dalam hidup mereka,
Ada banyak sebutan untuk Impostor Syndrome, seperti Imposter Syndrome, fraud syndrome, dan sindrom penipu.
Sindrom penipu ini membuat penderitanya merasa keberhasilan mereka hanya karena keberuntungan, bukan karena bakat atau kualifikasi.
Pertama kali diidentifikasi pada 1978 oleh psikolog Pauline Rose Clance dan Suzanne Imes. Dalam makalah mereka, kedua psikolog berteori bahwa wanita secara unik dipengaruhi oleh sindrom penipu ini.
Sekarang, sindrom tersebut tidak terbatas pada wanita saja, lapor Time.
Apa penyebabnya? Tidak ada satu jawaban spesifik. Beberapa ahli percaya bahwa sindrom ini ada hubungannya dengan ciri-ciri kepribadian, seperti kecemasan atau neurotisme.
Baca Juga: Tak Hanya Rawat Fisik, Dokter Juga Harus Rawat Psikologis Pasien Covid-19
Sementara ahli lainnya mengatakan didukung oleh faktor keluarga atau penyebab perilaku.
Salah satu contohnya, menurut psikolog Audrey Ervin, kenangan masa kecil, perasaan saat nilai seorang anak tidak pernah cukup baik bagi orangtuanya atau saudara lebih unggul dari anak tersebut. Hal ini dapat meninggalkan dampak yang bertahan lama.
"Orang sering menginternalisasi ide-ide ini, bahwa untuk dicintai atau disayangi, 'aku perlu meraihnya'," jelas Ervin.
Hal lainnya, seperti lingkungan atau diskriminasi juga dapat berperan besar dalam memicu perasaan sindrom penipu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?