Suara.com - Orang tua memiliki peran yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Tidak hanya dituntut untuk membesarkan anak secara fisik, orang tua juga wajib menjaga kesehatan mental anak.
Ya, anak yang tumbuh dengan kesehatan mental kurang baik berisiko menjadi pemberontak. Apalagi, tekanan dan tuntutan dari orang tua dapat membuat anak menjadi tertekan yang membuat mereka menjadi tertutup.
Untuk itu melansir Brightside, ada sejumlah tips parenting yang bisa diperhatikan orang tua untuk menjaga kesehatan mental anak. Apa saja?
1. Beri anak waktu untuk bebas
Banyak orang tua yang menginginkan anaknya sukses. Namun, tak jarang juga orang tua memaksakan kehendaknya dengan mendaftarkan anak pada kursus-kursus yang mungkin tidak sesuai dengan keinginannya.
Oleh karena itu, orang tua harus memberikan waktu luang untuk anak melakukan aktivitas sesuai dengan keinginannya.
Melakukan aktivitas sesuai keinginannya membuat pikiran anak menjadi lebih tenang dan tidak tertekan.
2. Beri anak pelajaran bukan hukuman
Ketika anak melakukan kesalahan banyak orang tua yang memberikan hukuman agar anak tidak mengulangi kesalahannya lagi.
Baca Juga: Studi: Gangguan Tidur Remaja Bisa Tingkatkan Masalah dan Respons Depresi
Akan tetapi, pada praktiknya mereka hanya memberi hukuman bukannya pelajaran.
Orang tua harus memberi pelajaran kepada anak dengan baik. Misalnya dengan memberi penjelasan hal yang boleh dan tidak dilakukannya.
Hal ini karena dengan memberinya hukuman justru membuat anak menjadi takut dan tertutup.
Ketika anak menjadi tertutup ia akan menyimpan permasalahannya sendiri dan sangat berpengaruh pada pikiran mereka.
3. Membuat kenangan yang baik dan tunjukan rasa cinta kepada anak
Sesibuk apapun orang tua, harus tetap memiliki waktu luang untuk anaknya.
Hal itu akan membentuk kenangan yang baik sehingga anak menjadi lebih terbuka terhadap orang tua.
Memberikan perhatian terhadap anak juga penting untuk kesehatan mental anak.
Dengan menunjukan rasa cinta orang tua, anak akan merasakan rasa nyaman dan membuat pikirannya nyaman.
4. Prioritaskan usaha anak daripada hasil
Terkadang segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana. Kegagalan tersebut akan membuat mental anak menjadi down.
Oleh karena itu orang tua harus mempersiapkan mental anak jika mengalami kegagalan.
Hal ini dapat dilakukan dengan menghargai usaha yang dilakukan anak. Walaupun anak mengalami kegagalan, orang tua harus tetap menghargai segala usaha yang telah dilakukan oleh anak.
Sikap ini akan memengaruhi pola pikir anak dan membantu mereka menghadapi masalah di kemudian hari, dengan cara yang lebih produktif.
Itulah tips parenting untuk menjaga kesehatan mental anak.
Penulis: Fajar Ramadhan
Berita Terkait
-
Baik Bagi Jiwa, Kemenkes Paparkan Puasa Ramadan Bisa Redakan Stres dan Kesehatan Mental
-
Kemenkes: Puasa Ramadan Bisa Redakan Stres dan Kecemasan, Bila Dilakukan dengan Benar
-
Fenomena Second Account: Solusi Gen Z Hadapi Tekanan Media Sosial
-
Ekoterapi: Pentingnya Ruang Hijau Bagi Kesehatan Mental Masyarakat
-
5 Rahasia Pola Asuh Gen Alpha: Mulai dari Kebiasaan Pagi
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi