Suara.com - Infeksi virus corona SARS Cov-2 penyebab sakit Covid-19 pertama kali muncul di kota Wuhan, China. Negara itu pertama kali memberi tahu Organisasi Kesehatan Dunia WHO tentang adanya 27 kasus pneumonia misterius pada 31 Desember.
Pihak berwenang langsung menutup pasar ikan di Wuhan pada hari berikutnya, dan menduga pasar basah tersebut sebagai lokasi penularan karena beberapa pasien berprofesi sebagai penjual di sana.
Kini hampir setahun setelah infeksi pertama ditemukan, kehidupan masyarakat di Wuhan telah kembali normal. Dikutip dari Channel News Asia diberitakan bahwa ratusan pembeli kembali memadati pasar basah yang disebut sebagai tempat adanya infeksi awal.
Para penjual di sepanjang jalan sempit sibuk menjajakan dagangannya, beberapa bahkan tidak memakai masker saat petugas kebersihan kota menyemprot disinfektan ke trotoar.
"Aku tidak takut, apa yang perlu ditakuti?" kata Nie Guangzhen, penjual ikan dan sayuran di pasar tersebut.
Jumlah kasus Covid-19 di wilayah China Tengah itu terus meningkat drastis di awal. Jumlah kasus yang tercatat mencapai 50.000 infeksi dan hampir 4.000 kematian.
Para pejabat menanggapi dengan segera memberlakukan penguncian wilayah yang ketat selama 76 hari. Kemudian mendirikan barikade kuning tebal di jalan-jalan kota untuk menjaga agar orang-orang tetap di rumah dan bisnis ditutup.
Hasilnya, Wuhan belum mencatat kasus baru yang ditularkan secara lokal dalam beberapa bulan hingga saat ini. Wuhan berangsur normal seperti kota-kota China di wilayah lainnya dengan jalan-jalan perbelanjaan yang padat, kemacetan lalu lintas, dan restoran yang padat.
Dikutip dari worldometers.info, jumlah kasus Covid-19 di China tercatat 86.646 infeksi per Rabu (9/12) pukul 00.05 GMT atau 08.05 WIB. Penambahan infeksi baru masih terjadi, namun rata-rata di bawah 20 kasus.
Baca Juga: Epidemiolog Prediksi Lonjakan Covid-19 Setelah Pilkada Lebihi Long Weekend
Kondisi itu jelas kontras dengan beberapa negara lain yang masih berada dalam kondisi pandemi Covid-19. Di Amerika Serikat, sistem kesehatan berada di bawah tekanan parah karena kasus meningkat dan pejabat kesehatan memperingatkan bahwa kondisi terburuk masih akan datang.
Amerika Serikat mencatat 15.000 kematian selama seminggu terakhir, angka itu paling banyak selama pandemi muncul di AS sejak April.
Tak jauh berbeda, beberapa negara Eropa juga telah memberlakukan pembatasan ketat pada pertemuan menjelang Natal, khawatir kasus akan kembali ke tingkat puncak karena perayaan Natal dan Tahun Baru.
Penambahan kasus harian masih paling banyak masih terjadi di Amerika Serikat dan sebagian wilayah Eropa. Kasus harian di AS masih di atas 150 ribu, membuat negara itu kini memiliki total kasus sebanyak 15,57 juta infeksi.
Sementara itu Eropa terdapat 162.830 infeksi baru dalam 24 jam terakhir. Paling banyak infeksi baru terjadi di Rusia, Jerman, dan Italia.
Sedangkan secara global, kasus Covid-19 telah mencapai 68.526.276 infeksi tersebar di 220 negara. Angka kematiannya sejak awal tahun tercatat ada lebih dari 1,56 juta jiwa dan yang telah dinyatakan sembuh ada lebih dari 47,43 orang. Sehingga kasus aktif Covid-19 di dunia saat ini tercatat 19.527.738 infeksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima
-
Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak
-
Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes