Suara.com - Sekretaris Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, Alex Azar, mengatakan FDA berencana untuk mengesahkan vaksin Pfizer, dan suntikan pertama dapat diberikan pada awal 14 atau 15 Desember.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pun telah mengadopsi rekomendasi untuk memberikan vaksin pertama kali pada petugas kesehatan dan dan orang-orang yang secara klinis sangat rentan tertular virus.
Tapi bagaimana dengan wanita hamil?
Sebuah studi Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR) menemukan bahwa wanita hamil juga mengalami peningkatan risiko penyakit parah akibat Covid-19, meskipun lebih sedikit daripada kelompok berisiko tinggi lainnya.
Studi tersebut menemukan bahwa orang hamil lebih mungkin dirawat di unit perawatan intensif (ICU), menerima ventilasi invasif dan oksigenasi membran ekstrakorporeal (penggunaan paru-paru buatan yang terletak di luar tubuh yang memasukkan oksigen ke dalam darah), dan berada di peningkatan risiko kematian dibandingkan orang yang tidak hamil.
Dilansir dari Healh, CDC juga telah memperingatkan bahwa orang hamil dengan Covid-19 mungkin pada peningkatan risiko untuk hasil yang merugikan lainnya, seperti kelahiran prematur.
Tapi, wanita hamil belum terlibat aktif dalam uji klinis tahap akhir untuk vaksin Covid-19 mana pun, termasuk vaksin Pfizer dan Moderna. Kurangnya data ini berarti bahwa meskipun vaksin tersebut diizinkan oleh FDA untuk digunakan di AS, vaksin tersebut tidak akan direkomendasikan untuk wanita hamil.
Pada 2 Desember, Komite Penasihat untuk Praktik Imunisasi (ACIP), dewan penasihat independen CDC, juga mencatat bahwa saat ini tidak ada data tentang keamanan dan kemanjuran vaksin Covid-19 pada orang hamil atau menyusui untuk menginformasikan rekomendasi vaksin.
Sherry Ross , MD, OB / GYN dan pakar kesehatan wanita di Pusat Kesehatan Providence Saint John di Santa Monica, California, mengatakan tidak ada cukup penelitian medis untuk memastikan bahwa wanita hamil dan bayi mereka yang belum lahir aman dari efek berbahaya apa pun dari vaksin Covid-19.
Baca Juga: Moderna dan Roche Kolaborasi Garap Vaksin Covid-19
"Pada titik ini, terlalu banyak ketidakpastian tentang keamanan vaksin Covid-19 dan wanita hamil," ujarnya.
Sehingga, hingga kini cara terbaik untuk melindungi wanita hamil agar tidak tertular virus corona Covid-19 adalah dengan mengikuti saran CDC. Yakni mempraktikkan jarak sosial, menghindari pertemuan di dalam ruangan dan memakai masker yang berlaku untuk semua orang, bukan hanya wanita hamil itu sendiri.
"Mengurangi kasus Covid-19 pada populasi umum masih merupakan strategi paling cerdas untuk melindungi wanita hamil dari virus yang tidak dapat diprediksi dan berpotensi mematikan ini," kata Dr. Ross.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat