Health / Konsultasi
Sabtu, 12 Desember 2020 | 19:30 WIB
Ilustrasi vaksin (pixabay.com)

Suara.com - Inggris adalah negara pertama yang akan menggunakan vaksin Pfizer untuk melawan virus corona Covid-19. Vaksin virus corona ini dikembangkan oleh perusahaan farmasi Pfizer Amerika dan BioNTech Jerman.

Vaksin Pfizer akan diberikan pada lansia usia di atas 80 tahun. Vaksin ini juga diberikan kepada penyedia layanan kesehatan dan pekerja. Vaksin diberikan dalam dua dosis, yang mana suntikan kedua akan diberikan dalam jangka waktu 21 hari.

Setelah menerima sekitar 800 ribu dosis vaksin pada gelombang pertama, hingga 4 juta dosis diharapkan akan diberikan pada akhir tahun 2020 ini.

Mengingat vaksin akan diberikan pada orang tua dan petugas medis, orang pertama yang menerima vaksin adalah seorang wanita lanjut usia 90 tahun, Margaret Keenan.

Margaret menerima vaksinasi di Rumah Sakit Universitas, Coventry. Selain Margaret, pria tua bernama William Shakespeare juga menerima suntikan virus corona Pfizer-BioNTech pada beberapa hari berikutnya.

Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)

Efek samping vaksin Pfizer

Secara keseluruhan, vaksin Pfizer terbukti 95 persen efektif mencegah virus corona Covid-19. Selama percobaan, orang di bawah usia 55 tahun melaporkan lebih banyak efek samping.

Sementara itu, Food and Drug Administration menyatakan bahwa tidak ada masalah keamanan khusus yang diidentifikasi akan menghalangi peluncuran vaksin Pfizer.

Beberapa efek samping yang paling umum terlihat selama masa percobaan, yakni nyeri di area yang disuntik dan demam.

Baca Juga: Moderna Inc Mulai Uji Coba Vaksin untuk Pasien Covid-19 Usia Anak Remaja

Dalam laporan terbaru, Inggris telah mengeluarkan peringatan alergi untuk vaksin Pfizer. Menurut Kepala Eksekutif MHRA June Raine, setiap orang dengan riwayat anafilaksis terhadap vaksin, obat atau makanan tidak boleh menerima vaksin Pfizer BioNTech.

Load More