Suara.com - Inggris adalah negara pertama yang akan menggunakan vaksin Pfizer untuk melawan virus corona Covid-19. Vaksin virus corona ini dikembangkan oleh perusahaan farmasi Pfizer Amerika dan BioNTech Jerman.
Vaksin Pfizer akan diberikan pada lansia usia di atas 80 tahun. Vaksin ini juga diberikan kepada penyedia layanan kesehatan dan pekerja. Vaksin diberikan dalam dua dosis, yang mana suntikan kedua akan diberikan dalam jangka waktu 21 hari.
Setelah menerima sekitar 800 ribu dosis vaksin pada gelombang pertama, hingga 4 juta dosis diharapkan akan diberikan pada akhir tahun 2020 ini.
Mengingat vaksin akan diberikan pada orang tua dan petugas medis, orang pertama yang menerima vaksin adalah seorang wanita lanjut usia 90 tahun, Margaret Keenan.
Margaret menerima vaksinasi di Rumah Sakit Universitas, Coventry. Selain Margaret, pria tua bernama William Shakespeare juga menerima suntikan virus corona Pfizer-BioNTech pada beberapa hari berikutnya.
Efek samping vaksin Pfizer
Secara keseluruhan, vaksin Pfizer terbukti 95 persen efektif mencegah virus corona Covid-19. Selama percobaan, orang di bawah usia 55 tahun melaporkan lebih banyak efek samping.
Sementara itu, Food and Drug Administration menyatakan bahwa tidak ada masalah keamanan khusus yang diidentifikasi akan menghalangi peluncuran vaksin Pfizer.
Beberapa efek samping yang paling umum terlihat selama masa percobaan, yakni nyeri di area yang disuntik dan demam.
Baca Juga: Moderna Inc Mulai Uji Coba Vaksin untuk Pasien Covid-19 Usia Anak Remaja
Dalam laporan terbaru, Inggris telah mengeluarkan peringatan alergi untuk vaksin Pfizer. Menurut Kepala Eksekutif MHRA June Raine, setiap orang dengan riwayat anafilaksis terhadap vaksin, obat atau makanan tidak boleh menerima vaksin Pfizer BioNTech.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat