Suara.com - Saat hamil, penting untuk menjaga apa yang dikonsumsi. Sebab, makanan yang masuk ke tubuh juga akan memengaruhi perkembangan sang bayi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Ada beberapa pantangan makanan bagi ibu hamil, termasuk makanan laut meski tidak semuanya. Dan udang merupakan salah satunya.
Jonathan Schaffir, obgyn di The Ohio State University Wexner Medical Center, mengatakan mengonsumsi udang selama kehamilan adalah hal yang aman.
Ia juga menambahkan bahwa tidak ada batasan tegas berapa banyak udang yang boleh dikonsumsi, selama udang tersebut dimasak secara matang.
Udang aman dikonsumsi ibu hamil lantaran hanya mengandung sedikit merkuri dibanding hewan laut lainnya.
Food and Drug Administration (FDA), mengatakan wanita hamil dapat mengonsumsi 8 hingga 12 ons makanan laut rendah merkuri seperti udang setiap minggu.
Hewan ini juga kaya nutrisi yang bermanfaat bagi kehamilan, seperti protein, asam lemak omega-3, vitamin B12, dan zat besi.
Selain udang, dilansir Insider, ibu hamil juga dapat memakan ikan kod, haddock, kerang, sarden, serta remis.
Di sisi lain, makanan laut yang mengandung merkuri tinggi sebaiknya dihindari oleh ibu hamil.
Baca Juga: Akibat Sampah, Banyak Makanan Laut Ditemukan Mengandung Plastik
"Merkuri merupaka racun yang berbahaya bagi otak dan sistem saraf janin yang sedang berkembang," kata Schaffir.
Ikan yang lebih besar dan hidup lebih lama lebih mungkin mengandung merkuri tinggi, misalnya king mackerel, marlin, hiu, ikan tuna mata besar, ikan todak, hingga tilefish.
"Ikan tersebut sebaiknya dihindari saat hamil. Namun, jika seseorang ibu hamil hanya memakan satu porsi, tidak perlu panik, karena satu porsi kemungkinan tidak berbahaya," tandas Schaffir.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker
-
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi