Suara.com - Saat musim hujan, masyarakat, khususnya anak rentan jatuh sakit. Hal ini tentu perlu menjadi perhatian khusus orangtua dalam menjaga sistem imunitas mereka. Salah satunya cara memperbaiki pola hidup dan menjaga kebersihannya.
“Berolahraga adalah salah satu cara bijak untuk menjaga kondisi tubuh anak agar tetap fit dan tidak mudah sakit," ujar dokter spesialis penyakit dalam dr. Yunita Maslim, Sp.PD dalam keterangannya secara virtual, Rabu (16/12/2020).
Selain itu, olahraga juga bermanfaat untuk mempertahankan fungsi jantung dan memperkuat otot yang berperan dalam mekanisme resistensi insulin dengan bisa berolahraga selama 15-30 menit per hari dan dilakukan 4-5 kali seminggu, seperti jogging.
"Saat pandemi sebaiknya olahraga jauhi tempat ramai, lakukan hanya bersama keluarga di sekitar rumah saja dengan tetap patuhi protokol kesehatan. Hal ini karena saat di luar rumah Anda berisiko terpapar dengan berbagai virus dan bakteri,” jelasnya.
Sedangkan soal makanan, dr. Yunita menyarankan agar memprioritaskan anak diberikan makanan yang mengandung tinggi serat dan vitamin serta mineral. Perlu juga membatasi penggunaan minyak dan pemanis untuk mencegah sindrom metabolik.
Hindari juga makanan pedas karena dapat meningkatkan asam lambung. Jika akan menambah asupan vitamin, sebaiknya yang larut air, yaitu vitamin B dan C serta vitamin larut lemak berupa vitamin A, D, E dan K.
Menurutnya, khusus untuk vitamin D, dirasa penting saat pandemi karena membantu mempercepat penyembuhan saat terserang virus Covid-19 melalui mekanisme regulasi sistem imun tubuh.
"Namun, untuk mencukupi kebutuhan vitamin D, kita perlu tahu 'status vitamin D' dalam tubuh kita dengan cara melakukan pemeriksaan darah vena di lab untuk mengetahui kadar 25OHD dalam tubuh," kata dia.
"Jika diketahui kadarnya adalah insufisiensi bahkan defisiensi (kadar 25OHD di bawah 30 ng/mL) maka berjemur saja tidak cukup, perlu ditambahkan konsumsi makanan tinggi vitamin D (ikan laut dalam, udang, juning telur, keju dan susu) serta suplementasi vitamin D,” lanjut tambah dr. Yunita.
Baca Juga: Penting: 7 Kiat Merawat Mobil di Musim Hujan
Tak hanya itu, melindungi tubuh juga dapat dilakukan dengan vaksin. Pemberian vaksinasi dapat diberikan pada balita dan usia produktif (usia 18-64 tahun).
Demi menghindari penyakit endemi saat musim hujan, Dr. Yunita menuturkan orang dewasa juga perlu melakukan vaksin, yakni vaksin Influenza, Pneumonia, Tifoid, dan Hepatitis A. Hal ini juga sesuai anjuran Satgas imunisasi Perhimpunan Dokter Ahli Penyakit Dalam (PAPDI).
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan
-
Susu Creamy Ala Hokkaido Tanpa Drama Perut: Solusi Nikmat buat yang Intoleransi Laktosa
-
Tak Melambat di Usia Lanjut, Rahasia The Siu Siu yang Tetap Aktif dan Bergerak