Suara.com - Banyak orang yang salah paham terhadap keterangan imunisasi lengkap dan imunisasi wajib. Padahal menurut Sekretaris Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDAI), Prof. Dr.dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si tidak ada yang namanya imunisasi wajib dan tidak wajib.
"Tidak ada istilah wajib dan tidak wajib, yang ada adalah vaksin yang disediakan gratis oleh pemerintah, atau yang pemerintah belum mampu menyediakan," ujar Prof. Soedjatmiko, Kamis (17/12/2020).
Begitu juga dengan istilah imunisasi tambahan. Prof. Soedjatmiko membantah adanya istilah itu lantaran semua vaksin sama pentingnya, untuk melindungi anak dari penyakit berbahaya yang berisiko menyebabkan kematian.
"Tidak ada istilah wajib dan tambahan, yang ada hanyalah yang disediakan gratis oleh pemerintah, itu di puskesmas pasti ada," terangnya.
Sedangkan apabila vaksin tersebut tidak mampu disediakan secara gratis oleh pemerintah, maka masyarakat harus membeli atau membayar secara mandiri.
"Layanan oleh pemerintah hanya disediakan layanan gratis oleh pemerintah, beberapa klinik dan rumah sakit menyediakan imunisasi yang tidak disediakan oleh program pemerintah, berarti harus beli atau bayar sendiri," terang Prof. Soedjatmiko.
Adapun beberapa vaksin yang disediakan gratis oleh pemerintah di antaranya ialah Hepatitis B saat bayi, vaksin BCG, vaksin polio sebanyak 4 kali, vaksin DPT/HB diberikan 3 kali, dan vaksin MR untuk campak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi