Suara.com - Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI, Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp. A(K), memberikan rekomendasi dan beberapa hal yang harus dipertimbangkan orangtua apabila ingin mengirimkan anaknya kembali mengikuti sekolah tatap muka.
Hal pertama yang harus dilakukan orangtua, bangun pemahaman jika belajar dari rumah lebih aman untuk anak, dan demi mencegah penularan Covid-19 yang lebih luas ke masyarakat.
"Ini harus disampaikan pertimbangan, orangtua harus paham sebaiknya tetap mendukung kegiatan belajar dari rumah, baik sebagian ataupun sepenuhnya," ujar dr. Aman dalam acara konferensi pers, Kamis, (3/12/2020).
Selain itu orangtua juga harus bisa melihat dan memastikan jika pembelajaran tatap muka lebih dibutuhkan anak. Pastikan juga anak mendapat manfaat lebih besar saat belajar tatap muka dilakukan. Jangan sampai manfaat yang didapatkan anak justru lebih sedikit dibanding tingginya risiko tertular Covid-19.
Untuk itu, dr. Aman meminta orangtua mempertimbangkan beberapa hal berikut menjelang anak sekolah tatap muka.
1. Apakah anak-anak sudah mampu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan baik?
"Orangtua saja masih banyak yang memakai masker di bawah hidung," celetuk dr. Aman.
2. Apakah anak masih sangat memerlukan pendampingan orangtua saat sekolah? Bila masih, maka sebaiknya anak masih belajar dari rumah saja.
3. Apakah anak memiliki kondisi komorbid yang dapat meningkatkan risiko sakit parah apabila terkena Covid-19? Bila ada, sebaiknya anak belajar dari rumah.
Baca Juga: Rencana Sekolah Tatap Muka Mulai Januari 2021, Apa Kata Guru dan Orangtua?
"Sebagaimana kita tahu anak ini ada komorbid, tolong diskusikan dengan semua dokter anaknya. Kita tahu banyak anak hidup dengan keterbatasan, atau penyakit kronis dan lain-lain," jelasnya.
3. Adakah lansia tinggal di rumah yang kemungkinana tertular? Apabila banyak anggota keluarga yang beraktivitas di luar rumah, harus dipertimbangkan kembali.
4. Periksa apakah sekolah sudah mampu memenuhi protokol kesehatan yang berlaku.
"Jadi tolong orangtua melihat apakah sekolah ini sesuai protokol kesehatan, seperti ketersediaan ventilasi, fasilitas cuci tangan, aturan menjaga jarak, dan lain-lain," papar dr. Aman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak