Suara.com - Ibu hamil yang mengalami anemia berisiko melahirkan bayi yang juga anemia. Spesialis Gizi dr. Nurul Ratna Mutu M. Gizi Sp. GK., menyampaikan bahwa penyebab anemia itu kebanyakan karena defisiensi atau kekurangan zat besi. Namun, usia berapa anak paling berisiko kena anemia?
"Di dunia 47 persen anak mengalami anemia. 60 persen di antaranya karena defisiensi zat besi. Artinya bisa dikoreksi dari bahan makanan sehari-hari," kata dokter Nurul dalam webinar bersama Danone Indonesia, Kamis (17/12/2020).
Nurul menjelaskan, masa kritis anak mengalami anemia bisa berlanjut saat usianya 6 bulan hingga 3 tahun. Saat anak dalam rentang usia tersebut, kebutuhan zat besi akan makin meningkat karena mulai terbentuknya saraf-saraf otak yang lebih banyak.
"Saraf otak membutuhkan zat besi sebagai pembentukan neuron atau sel saraf. Juga anak-anak usia 6 bulan sampai 3 tahun akan mengalami pertumbuhan cepat," katanya.
Namun, anak juga rentan kekurangan zat besi saat masa pertumbuhan tersebut. Menurut dokter Nurul, salah satu penyebabnya karena kurang konsumsi produk hewani, terutama yang mengandung zat besi, terhadap anak.
Ia menyampaikan bahwa produk hewani sepeti hati sapi, hati ayam, daging merah, juga udang dan tiram merupakan sumber zat besi yaang jumlahnya lebih banyak daripada yang didapatkan dari tumbuhan.
"Tapi masih agak sulit karena rasanya mungkin kurang enak, lalu serat pada hewani juga kurang enak dikunyah," ujarnya.
Nurul menyampaikan dari Data riset Kementerian Kesehatan pada 2018, kebanyakan anemia terjadi pada anak-anak usia 1-2 tahun. Jumlah ibu hamil anemia juga meningkat sejak 2013 hingga 2018.
Data Riskesdas 2013 menunjukkan jumlah ibu hamil yang mengalami anemia sebanyak 37,1 persen. Pada 2018 jumlahnya meningkat menjadi 48,9 persen. Kebanyakan anemia terjadi pada ibu hamil yang berusia 15-24 tahun.
Baca Juga: Pakar: Penanganan Anemia Bagi Anak-anak dan Perempuan Masih Lambat
"Lebih dari 50 persen berusia muda. Kemungkinan itu karena belum siap hamil atau pun karena edukasinya kurang," kata dokter Nurul.
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat