Suara.com - Vaksinasi Covid-19 di Inggris dan Amerika Serikat telah memunculkan beragam berita palsu. Sebut saja mulai dari video hilangnya jarum saat vaksinasi hingga meninggalnya perawat setelah mendapat vaksin virus corona.
Melansir BBC, berikut hoaks yang beredar di media sosial tentang vaksin Covid-19.
1. Jarum hilang
Orang-orang anti vaksin menyebarkan rekaman BBC News sebagai bukti mereka bahwa vaksin Covid-19 itu palsu.
Video ini telah memiliki 20 ribu lebih retweet dan setengah juga orang telah menontonnya.
Padahal dalam video tersebut sang perawat yang menyuntikkan vaksin menggunakan jarum suntik pengaman. Jadi, jarum secara otomatis akan masuk ke alat suntuk setelah digunakan.
Alat suntik pengaman telah digunakan secara luas selama lebih dari satu dekade. Alat ini melindungi orang-orang dari cedera dan infeksi.
2. Perawat meninggal di Alabama
Otoritas Kesehatan Masyarakat di Alabama merilis pernyataan berisi bantahan terhadap cerita palsu bahwa ada seorang perawat meninggal setelah mendapat vaksin Covid-19. Kisah hoaks ini ramai di Facebook.
Baca Juga: Kabar Baik Vaksin Corona Dongkrak Harga Minyak Dunia ke Level Tertingginya
Departemen kesehatan langsung menghubungi semua rumah sakit setelah mendengar kabar palsu tersebut dan mengonfirmasi tidak ada kematian pada penerima vaksin.
3. Video 'para ahli' yang membicarakan klaim palsu
Video berjudul Ask The Expert ini menampilkan sejumlah 30 kontributor dari beberapa negara, termasuk Inggris, AS, Belgia, dan Swedia.
Dalam diskusi, mereka menyebut bahwa Covid-19 merupakan sebuah penipuan terbesar dalam sejarah.
Klaim ini tentu tidak benar. Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa Covid-19 benar-benar ada dan pasien yang menjadi saksi atas hal itu.
Video itu diunggah di platform website yang memposisikan dirinya sebagai alternatif dari YouTube, kata Olga Robinson, pakar disinformasi dari BBC Monitoring.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien