Suara.com - Amerika Serikat merupakan salah satu negara yang pertama-tama menyelenggarakan program vaksinasi virus Corona.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, lebih dari 1 juta orang di negara itu telah menerima suntikan dosis pertama vaksin Covid-19 dalam 10 hari terakhir.
"Dosis yang didistribusikan adalah vaksin Covid-19 Moderna dan Pfizer BioNTech; dosis yang diberikan saat ini hanya vaksin Covid-19 Pfizer BioNTech" kata badan kesehatan itu melalui situs resminya, dilansir Anadolu Agency.
Sedikitnya 1.008.025 orang telah menerima vaksin dan 9.465.725 dosis telah didistribusikan.
"Amerika Serikat mencapai tonggak awal namun penting hari ini - yurisdiksi sekarang telah melaporkan bahwa lebih dari 1 juta orang telah menerima dosis pertama vaksin Covid-19 sejak pemberian dimulai 10 hari lalu," kata Direktur Robert Redfield dalam sebuah pernyataan.
CDC meminta warga Amerika untuk memakai masker, menjaga jarak sosial, menghindari keramaian dan mencuci tangan sampai setiap orang di negara itu bisa mendapatkan vaksin Covid-19.
Pada Rabu, AS melaporkan lebih dari 18,3 juta total kasus dan hampir 325.000 kematian akibat virus korona, menurut data Universitas Johns Hopkins.
Berita Terkait
-
Mengapa Arab Saudi Tidak Mendukung Iran?
-
Dugaan Skandal Harga Tiket Piala Dunia 2026, Pengamat: FIFA Menakut-nakuti Penonton
-
Wapres AS JD Vance: Kesepakatan dengan Iran Sudah Dekat, Tapi Belum
-
Amerika Larang Warganya yang Terjangkit Ebola Pulang, Dibiarkan di Kenya Karena Takut Menyebar
-
Saling Balas Serangan! Iran Targetkan Pangkalan Militer AS Setelah Washington Gempur Bandar Abbas
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?