-
Donald Trump menolak menetapkan batas waktu berakhirnya serangan militer Amerika Serikat di Iran.
-
Trump membandingkan operasi empat bulan di Iran dengan keterlibatan 19 tahun di Vietnam.
-
Negosiasi damai antara AS dan Iran buntu karena kesepakatan sebelumnya mendadak dibatalkan.
Suara.com - Presiden Donald Trump menegaskan pemboman terbaru Amerika Serikat ke wilayah Iran hanya sebatas kontak senjata kecil militer. Dirinya enggan menetapkan tenggat waktu pasti mengenai durasi pertempuran yang kini terus berkecamuk tersebut.
Langkah ini memicu ketidakpastian baru mengenai strategi jangka panjang Washington di Timur Tengah. Padahal, operasi tempur ini telah berjalan jauh melampaui target awal yang direncanakan pemerintah.
Trump berdalih bahwa gempuran udara agresif tersebut berhasil melumpuhkan kekuatan pertahanan musuh secara signifikan. Kendati demikian, ia menyadari perlawanan dari pihak seberang masih akan terus berlanjut.
"Kita harus melakukan apa yang sedang kita lakukan. Kita telah memangkas kemampuan mereka secara sangat substansial, tetapi mereka akan bertempur untuk beberapa waktu," ujar Trump menjawab pertanyaan Kaitlan Collins dari CNN.
Gedung Putih kini terkesan meremehkan sifat perang yang semakin tidak berujung ini. Asumsi awal bahwa konflik hanya berlangsung empat hingga enam minggu kini resmi meleset.
Secara mengejutkan, Trump justru membandingkan durasi operasi di Iran dengan sejarah kelam masa lalu. Ia menilai keterlibatan militer saat ini masih seumur jagung.
"Kita berada di Vietnam selama 19 years. Kita di sini selama empat bulan, jadi saya pikir kita telah berbuat banyak," ucapnya.
Pernyataan tersebut memicu perdebatan sengit mengenai arah kebijakan luar negeri pemerintahannya. Publik mulai mempertanyakan komitmen nyata Washington dalam menghentikan pertumpahan darah ini.
Hingga kini, rincian mengenai strategi konkret untuk menyudahi pertempuran masih sangat minim. Trump hanya terus bersikeras bahwa jalan keluar akan tercapai lewat meja perundingan dengan rezim Iran.
Baca Juga: Perang AS-Iran Memanas: Wall Street Terpukul, Harga Minyak Melonjak!
Namun, ia sendiri tidak menaruh harapan tinggi bahwa kesepakatan damai akan terwujud dalam waktu dekat. Proses diplomasi tampaknya masih membentur dinding tebal akibat ego kedua belah pihak.
Trump membeberkan bahwa dialog yang sempat berjalan kembali mengalami jalan buntu. Pihak lawan dinilai kerap mengubah keputusan di tengah jalan secara sepihak.
"Anda harus mendapatkan orang-orang yang ingin membuat sesuatu. Kita memiliki kesepakatan dengan mereka dua hari lalu, lalu mereka berkata, 'Oh, kita tidak bisa membuat kesepakatan itu. Kita harus menegosiasikannya lebih jauh,'" ungkap Trump.
Krisis ini berakar dari keputusan sepihak AS yang meluncurkan kembali kampanye pemboman udara ke Iran. Agresi tersebut awalnya diklaim sebagai operasi kilat untuk melemahkan ancaman keamanan di kawasan regional.
Kini, konflik tersebut telah memasuki bulan keempat tanpa ada tanda-tanda deeskalasi dari kedua negara. Situasi di lapangan justru semakin intensif dan mengancam stabilitas ekonomi serta keamanan global.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
28.478 Siswa Baru Masuk Sekolah Rakyat
-
MPLS Sekolah Rakyat Digelar Bertahap Empat Gelombang
-
JPO Tendean Nyaris Ambruk, Crane Masih Tersangkut dan Kemacetan Mengular
-
Tiang Copot Usai Dihantam Truk! JPO Tendean Harus Dibongkar Total, Arus ke Blok M Bakal Ditutup
-
Sempat Dijaga TNI Rumah Febrie di Radio Dalam Bakal Digeledah? Kejagung Siap Cari Bunker Rahasia
-
Donald Trump Janji Bikin Iran Menderita: Kami Pukul Mereka dengan Sangat Keras
-
Jejak Ferry Hongkiriwang: Dari Kasus Culik Densus 88 ke Skandal Korupsi Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Diawali Suara Ledakan, Rumah Sekaligus Bengkel Kusen di Koja Ludes Terbakar
-
Geger Suara Ledakan di Koja, Rumah Sekaligus Bengkel Kusen Ludes Terbakar
-
MBG Balik Lagi! BGN Wajibkan Menu Daging Tersedia di Hari Pertama Sekolah