-
Gencatan senjata hancur total setelah Amerika Serikat memberlakukan kembali blokade laut terhadap Iran.
-
Pertempuran sengit menggunakan rudal dan drone di Selat Hormuz menelan korban jiwa awak kapal.
-
Presiden Donald Trump menerapkan sanksi kargo tambahan sebesar 20 persen untuk menekan Iran.
Suara.com - Blokade Selat Hormuz resmi diberlakukan kembali oleh militer Amerika Serikat di pelabuhan-pelabuhan Iran mulai Selasa pukul 16.00 waktu setempat. Langkah agresif ini diambil setelah kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara hancur total dalam tiga hari terakhir.
Konflik yang kian membara ini dipicu oleh aksi saling serang yang melibatkan drone dan rudal. Akibatnya, sekutu regional Washington kini harus bersiap menghadapi potensi gempuran udara susulan yang lebih masif.
Goncangan di jalur maritim global ini langsung menghentikan upaya diplomasi damai yang tengah diupayakan mediator. Kegagalan negosiasi memicu kekhawatiran baru atas keselamatan kapal dagang internasional yang melintasi Teluk Persia.
Krisis teranyar ini bermula pada 11 Juli saat Oman menyusun draf proposal untuk mengatur lalu lintas Selat Hormuz. Jalur pelayaran rencananya akan dibagi menjadi dua rute yang dikendalikan secara terpisah.
Sayangnya, Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) justru melepaskan tembakan peringatan ke sebuah kapal penyeberang. Iran menuduh kapal tersebut melintasi rute ilegal dan langsung menyatakan Selat Hormuz ditutup.
Militer Amerika Serikat merespons tindakan tersebut dengan meluncurkan serangan balasan putaran ketiga dalam sepekan. Washington berdalih bahwa pasukan IRGC telah menyerang secara terang-terangan sebuah kapal kontainer yang sedang transit.
Komando Sentral AS (CENTCOM) mengklaim gempuran udara tersebut berhasil menghancurkan 140 target militer Iran. Sebaliknya, IRGC membalas dengan menghujani pangkalan militer Amerika Serikat di seluruh kawasan Teluk.
Pemerintah di negara-negara Teluk juga melaporkan adanya aktivitas pertahanan udara untuk menghalau serangan mendadak tersebut. Situasi semakin mencekam karena pertempuran terus meluas hingga keesokan harinya.
Pada 12 Juli, otoritas India melaporkan salah satu warganya hilang misterius setelah serangan di Selat Hormuz. Korban merupakan awak dari kapal komersial yang terjebak di zona pertempuran tersebut.
Baca Juga: Konflik AS - Iran Memanas di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 2 Persen
Ketidakpastian ini diperparah oleh perbedaan klaim antara kedua belah pihak mengenai status jalur pelayaran. Presiden AS Donald Trump dan CENTCOM bersikeras menyatakan bahwa jalan air strategis tersebut tetap dibuka.
Namun, otoritas selat Iran langsung membantah klaim sepihak tersebut dengan menyatakan hal sebaliknya. Mereka menegaskan bahwa perlintasan kapal di jalur tersebut saat ini tidak memungkinkan.
Baku tembak kembali pecah saat militer Amerika Serikat membombardir puluhan target militer Iran lainnya. Pihak Teheran melaporkan beberapa ledakan di wilayah selatan, termasuk stasiun pompa air yang menewaskan satu warga.
Iran membalas serangan itu dengan mengirim gelombang baru rudal dan drone ke basis pertahanan Amerika. Pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain menjadi target utama dari serangan udara tersebut.
Eskalasi pertempuran mencapai puncaknya pada 13 Juli waktu setempat melalui serangan malam ketiga. Amerika Serikat membombardir wilayah Iran secara meluas setelah ancaman keras dikeluarkan oleh Gedung Putih.
Trump sebelumnya telah memperingatkan, AS akan memukul mereka dengan sangat keras. Janji tersebut diwujudkan dengan serangan udara ke kota pelabuhan Bandar Abbas serta pulau Kish, Qeshm, dan Abu Musa.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Sopir Truk Crane Tabrak JPO Tendean Diduga Tak Pahami Tinggi Kendaraan
-
Truk Towing Nyangkut Bikin Macet dan JPO Tendean Rusak Parah, Warga Diimbau Lewat 4 Jalur Alternatif
-
Biar Jelas Siapa yang Benar dan Salah! Gus Yaqut Janji Buka-bukaan di Sidang Korupsi Haji
-
KPK Limpahkan Berkas Korupsi Kuota Haji, Eks Menag Yaqut Segera Disidang
-
Update Kebakaran Maut Bar Bangkok, 30 Orang Tewas Terjebak di Toilet Hingga Hirup Asap Beracun
-
Monarki Jepang Terancam Punah, Akankah Wanita Jadi Kaisar?
-
Falkland atau Malvinas? Sengketa Lama Inggris vs Argentina yang Panaskan Semifinal Piala Dunia 2026
-
AI Picu Lonjakan Kebutuhan Energi, Bagaimana Sousi Untuk Tekan Emisinya?
-
Bahrain Diserang Iran, Kemendagri Bunyikan Sirine Umumkan Darurat Warga Disuruh Berlindung
-
Kembali Diperiksa KPK, Gus Yaqut Berharap Kebenaran Terungkap di Kasus Kuota Haji