Suara.com - Munculnya varian baru virus corona Covid 19 B117 di Inggris, menyebabkan berbagai perubahan sistem yang terjadi di dunia hingga Indonesia.
Sejak diumumkan tentang adanya varian baru virus corona tersebut, beberapa negara langsung membuat aturan larangan kunjungan dari Inggris.
Hal itu juga dilakukan oleh Indonesia. Berdasarkan Surat Edaran Satgas Covid-19 terbaru, Indonesia menangguhkan kunjungan warga negara asing (WNA) ke Indonesia mulai 1 sampai 14 Januari 2021.
Di sisi lain, Ketua Satgas Covid 19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Dr. Zubairi Djoerban mengatakan bagaimana saat ini, 90 persen kasus positif Covid 19 di Inggris merupakan varian baru virus corona. Sedangkan, 10 persen lainnya adalah kasus dengan virus varian lama.
Meski demikian, Zubairi memastikan bahwa varian baru virus corona tersebut tidak lebih ganas dan mematikan dari sebelumnya. Hanya saja, risiko penularannya lebih cepat dan kuat.
Dikatakan Zubairi, tingkat persentase penyebaran virus B117 mencapai 71 persen. Hal itu yang menyebabkan varian baru virus corona ini dapat meningkatkan jumlah kasus positif secara cepat.
Ia juga menyinggung bagaimana para ahli tetap optimis vaksin yang sedang dikembangkan saat ini bisa menangkal varian baru yang berasal dari Inggris. Namun, hal itu tentu saja masih tetap harus dikembangkan lebih lanjut.
"Para ahli optimis, karena vaksin ini memberikan kekebalan di banyak tempat pada tubuh, jadi kemungkinan bisa menangkal, cuma masih harus diteliti lebih lanjut," tuturnya pada Talkshow Membedah Regulasi Larangan Masuk Bagi Warga Asing dengan Satgas Penanganan Covid 19, Selasa, (29/12/2020).
Prof. Dr. Zubari Djoerban juga mengatakan, varian baru virus corona ini bisa mudah menyebar pada anak-anak. Itu terjadi karena Inggris telah membuka sekolah tatap dibuka sehingga penyebaran jadi mudah dan cepat.
Baca Juga: Menko PMK: Penyaluran Bansos Tahun 2020 Sudah di Atas 90 Persen
Selain itu dengan tertularnya anak-anak, membuat virus lebih mudah menular ke orang sekitar. Dikatakan, hubungan komunikasi anak-anak dengan sekitar seperti keluarga, dan teman-temannya, membuat penyebaran virus semakin cepat.
"Intinya tidak lebih berbahaya, hanya penularannya saja yang signifikan hingga capai 71 persen, jadi harus tetap waspada dan patuhi protokol kesehatan," ucapnya.
Saat ini sudah banyak negara lain yang mendapati virus varian jenis baru ini antara lain Belanda, Italia, Denmark, serta negara tetangga Singapura dan Australia. (Penulis: Fajar Ramadhan)
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
-
4 HP Snapdragon Paling Murah Terbaru 2025 Mulai Harga 2 Jutaan, Cocok untuk Daily Driver
Terkini
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan
-
Susu Creamy Ala Hokkaido Tanpa Drama Perut: Solusi Nikmat buat yang Intoleransi Laktosa
-
Tak Melambat di Usia Lanjut, Rahasia The Siu Siu yang Tetap Aktif dan Bergerak
-
Rahasia Sendi Kuat di Usia Muda: Ini Nutrisi Wajib yang Perlu Dikonsumsi Sekarang