Suara.com - Kasus virus corona Covid-19 telah meningkat di seluruh dunia. Matt Hancock, sekretaris kesehatan Inggris baru-baru ini menyatakan epidemi lokal di luar kendali dengan tingkat infeksi lokal sekarang menyaingi puncaknya di bulan April 2020.
Menurut ilmuwan Pemerintah, dua jenis virus corona Covid-19 berbeda yang menyebabkan penyebaran telah ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan.
Para ilmuwan telah mengidentifikasi jenis virus baru selama berabad-abad, tetapi cara mereka melakukannya telah berubah. Para peneliti telah menetapkan taksonomi virus, yang memecah penyakit menjadi famili, strain, dan isolat tertentu.
Misalnya Covid-19 adalah anggota keluarga virus corona yang meliputi penyakit lain seperti SARS, MERS, dan flu biasa.
Virus corona Covid-19 juga merupakan jenis virus RNA, tiga dari enam kelas virus berbeda yang bisa beruntai tunggal atau ganda. Covid-19 juga dikenal sebagai 2019-nCoV yang namanya baru diidentifikasi oleh para ilmuwan tahun 2019 lalu.
Kelompok Studi Coronaviridae dari Komite Internasional Taksonomi Virus menjelaskan bagaimana mereka mengklasifikasikan virus dalam sebuah makalah yang diterbitkan awal tahun ini.
Makalah yang berjudul "Spesies Virus Corona terkait sindrom pernafasan akut yang parah: mengklasifikasikan 2019-nCoV dan menamakannya SARS-CoV-2", kelompok multinasional tersebut menjelaskan alasan strain baru virus corona Covid-19 ini tidak menggunakan nama yang berbeda.
Merekan menjelaskan bahwa peneliti perlu menemukan fitur pembeda dari virus lain yang diidentifikasi untuk mendefinisikannya.
"Mendefinisikan kebaruan virus salah satu topik yang berkaitan dengan klasifikasi virus," kata para peneliti dikutip dari Express.
Baca Juga: Virus Corona Covid-19 Bisa Timbulkan Masalah Menstruasi, Cek 3 Gejalanya!
Klasifikasi virus RNA perlu mempertimbangkan variabilitas genetik yang melekat, biasanya sering menghasilkan dua atau lebih virus dengan urutan genom yang tidak identik tetapi dianggap sebagai varian virus yang sama.
Mereka juga menambahkan bahwa suatu organisme bisa menjadi jenis virus yang baru ketika mengelompokkan golongan virus lainnya.
"Istilah strain dan isolate biasanya digunakan utnuk merujuk pada varian virus, meskipun ada pendapat berbeda mengenai istilah mana yang harus digunakan dalam konteks tertentu," jelasnya.
Dalam hal ini, Covid-19 adalah virus baru karena secara fisik berbeda dari virus lain dalam kelompok yang sama. Tetapi, strain baru virus corona bukan suatu virus baru karena memiliki ciri khas yang sama dengan Covid-19, meskipun membawa sedikit perbedaan.
Artinya, strain baru virus corona Covid-19 yang sedang ditemukan sekarang ini tidak akan menjadi Covid-20 karena ciri khasnya yang masih sama.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?