Suara.com - Seorang perawat di California, Amerika Serikat, positif terinfeksi virus corona Covid-19 setelah mendapat vaksin Pfizer lebih dari satu pekan sebelumnya.
Seorang ahli medis mengatakan bahwa sebenarnya tubuh membutuhkan lebih banyak waktu untuk membangun perlindungan atau kekebalan tubuh.
Atas kasus ini, Pfizer akan meninjau semua informasi dan laporan dari setiap diagnosis yang dikonfirmasi setelah vaksinasi.
"Berdasarkan studi keamanan dan kemanjuran (uji klinis) tahap 3 kami, vaksin memberikan beberapa perlindungan terhadap Covid-19 dalam waktu sekitar 10 hari sejak dosis pertama dan secara substansial ditingkatkan setelah dosis kedua," kata Pfizer, dilansir Channel News Asia.
Pfizer juga mengatakan bahwa ada kemungkinan orang-orang tersebut sudah tertular Covid-19 sebelum atau sesudah vaksinasi.
Kejadian ini tidak hanya menimpa perawat tersebut. Matthew, yang juga seorang perawat namun di rumah sakit yang berbeda, mengungkapkan dalam unggahan Facebook pada 18 Desember lalu bahwa ia telah divaksinasi.
Saat itu, ia hanya mengalami sakit di bagian lengan yang disuntik selama satu hari, yang merupakan efek samping umum dari vaksinasi.
Enam hari kemudian pada 24 Desember, dia jatuh sakit setelah bekerja di unit Covid-19. Dia menggigil dan merasa nyeri otot serta kelelahan.
Matthew pun dites PCR dan dinyatakan positif Covid-19.
Baca Juga: Varian Baru Virus Corona Muncul di Uni Emirat Arab, Dibawa dari Luar Negeri
Christian Ramers, spesialis penyakit menular dari Pusat Kesehatan Keluarga San Diego, mengatakan bahwa kasus ini tidak terduga.
"Kami tahu dari uji klinis bahwa ini (vaksin) akan memakan waktu sekitar 10 hingga 14 hari bagi tubuh untuk mengembangkan perlindungan dari vaksin," kata Ramers kepada ABC News.
Ia menambahkan bahwa vaksin akan memberi perlindungan sebesar 50% pada suntikan pertama dan naik menjadi 95% setelah dosis kedua.
Menurut Ramers, kasus seperti ini menggambarkan fakta bahwa vaksin tidak akan menunjukkan hasil secara langsung.
"Ini adalah pengingat yang baik mengapa masker, cuci tangan, dan protokol Covid lainnya sangat penting. Bahkan, setelah menerima vaksin," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
-
Jelang Kunjungan Prabowo ke Inggris, Trah Sultan HB II Tolak Keras Kerja Sama Strategis! Ada Apa?
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
Terkini
-
Telapak Kaki Datar pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa?
-
4 Rekomendasi Minuman Diabetes untuk Konsumsi Harian, Mana yang Lebih Aman?
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren
-
Bosan Liburan Gitu-Gitu Aja? Yuk, Ajak Si Kecil Jadi Peracik Teh Cilik!
-
Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol
-
Kabar Gembira! Kusta Akan Diskrining Gratis Bareng Cek Kesehatan Nasional, Ini Rencananya
-
Era Baru Dunia Medis: Operasi Jarak Jauh Kini Bukan Lagi Sekadar Imajinasi
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda