Suara.com - Progesteron merupakan hormon penting untuk berbagai fungsi tubuh, terutama yang berkaitan dengan kesuburan dan kehamilan. Progesteron dibutuhkan untuk berbagai keperluan seperti menjaga rahim selama kehamilan, meningkatkan kesuburan, fungsi kekebalan, menurunkan risiko kelahiran prematur dan keguguran serta mengatur siklus menstruasi.
Meskipun dianggap sebagai hormon wanita, hormon ini juga dibutuhkan oleh pria untuk menghasilkan testosteron, hormon yang berkaitan dengan penampilan dan perkembangan seksual pria.
Kadar progesteron dalam tubuh dapat ditingkatkan dengan berbagai metode, namun sumber makanan dianggap sebagai cara alami terbaik. Dirangkum dari Boldsky, berikut daftar makanan alami penambah hormon progesteron yang bisa Anda konsumsi.
1. Pisang
Kaya vitamin B6, pisang membantu produksi progesteron dan menjaga keseimbangan kadar hormon. Pisang adalah sumber vitamin B6 yang baik dan dapat membantu meningkatkan kadar hormon progesteron dengan mengurangi dominasi estrogen. Ini juga dapat membantu menurunkan gejala PMS seperti kecemasan dan perubahan suasana hati.
2. Kacang
Kaya akan nutrisi seperti seng, magnesium, dan vitamin B6, kacang membantu menjaga tingkat progesteron dengan mendorong pemecahan produk sampingan estrogen untuk mengurangi tingkat estrogen. Menurunkan estrogen secara otomatis akan meningkatkan kadar progesteron.
3. Seafood
Asam lemak omega-3 dan omega-6 dalam seafood sangat penting untuk produksi dan menjaga keseimbangan kadar hormon progesteron. Makanan laut seperti mackerel, salmon, dan tuna kaya akan dua nutrisi ini dan membantu meningkatkan kadar progesteron secara alami.
Baca Juga: Berencana Hamil? Perhatikan 5 Hal Ini Agar Kesuburan Meningkat
4. Kubis
Sayuran silangan seperti kubis mengandung fitoestrogen, senyawa mirip estrogen yang diturunkan dari tumbuhan terutama dalam bentuk genistein, biochanin, daidzein, glycitein dan formonetin. Genistein membantu merangsang produksi progesteron di ovarium bersama dengan mencegah perkembangan sel kanker, meningkatkan fungsi seksual, dan membantu perkembangan reproduksi yang sehat
5. Daging unggas
Daging unggas seperti ayam kaya vitamin B6 dan asam amino esensial yang disebut L-Arginine. Dalam kesuburan wanita, oksida nitrat memainkan peran penting dalam implantasi, produksi pembuluh darah baru, dan fungsi keseluruhan sistem reproduksi wanita. Arginine membantu dalam produksi oksida nitrat tersebut untuk menjalankan fungsi kesuburan dan produksi progesteron dalam tubuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?
-
Rahasia Energi "Anti-Loyo" Anak Aktif: Lebih dari Sekadar Susu, Ini Soal Nutrisi yang Tepat!
-
Sinergi Medis Indonesia - India: Langkah Besar Kurangi Ketergantungan Berobat ke Luar Negeri
-
Maia Estianty Gaungkan Ageing Gracefully, Ajak Dewasa Aktif Waspada Bahaya Cacar Api
-
Kolesterol Tinggi, Risiko Diam-Diam yang Bisa Berujung Stroke dan Serangan Jantung
-
Telapak Kaki Datar pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa?
-
4 Rekomendasi Minuman Diabetes untuk Konsumsi Harian, Mana yang Lebih Aman?
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren
-
Bosan Liburan Gitu-Gitu Aja? Yuk, Ajak Si Kecil Jadi Peracik Teh Cilik!
-
Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol