Suara.com - Sindrom polikistik ovarium atau polycystic ovary syndrome (PCOS) banyak diderita perempuan dan jadi penyebab umum ketidaksuburan. PCOS sendiri merupakan gangguan hormon yang umum diderita perempuan di usia subur dan penyebab terganggunya siklus menstruasi.
Melansir dari Healthshots, data terbaru menunjukkan bahwa setidaknya tiga dari 10 wanita didiagnosis PCOS. Setidaknya 20 hingga 25 persen perempuan yang sulit mendapatkan keturunan mengalami PCOS.
Ada kesalahpahaman bahwa mengalami PCOS berarti Anda tidak akan pernah bisa hamil secara spontan. Biasanya wanita dengan PCOS dianjurkan untuk mencoba kehamilan secara alami setidaknya selama 3 hingga 6 bulan.
Periode ini juga dapat digunakan secara efisien untuk membuat perubahan gaya hidup termasuk olahraga teratur dan mengurangi berat badan. Hal ini memungkinkan untuk bisa memperbaiki ketidakseimbangan hormon dan ovulasi spontan serta kehamilan.
Modifikasi diet berkontribusi pada 70 persen penurunan berat badan pada pasien PCOS.
"Dianjurkan untuk tidak melakukan diet drastis yang menjanjikan hasil cepat dalam waktu singkat. Sebaliknya, Anda harus mengikuti saran diet profesional. Ini akan membantu Anda mempertahankan penurunan berat badan dan menyeimbangkan hormon," catat Healthshots.
Diet juga perlu didukung dengan latihan yang menargetkan otot inti tubuh, terutama perut, pinggul, dan paha. Olahraga harian seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang selama 30 hingga 45 menit dapat berpengaruh baik.
"Banyak perempuan dengan PCOS mungkin memerlukan obat induksi ovulasi untuk menghasilkan satu sel telur yang sehat dan berkualitas baik. Ini biasanya disertai dengan pelacakan sel telur dengan sonografi yang dapat memandu pasangan untuk memaksimalkan peluang konsepsi," imbuh Healthshots.
Sementara pada PCOS parah, kombinasi obat-obatan bersama dengan suntikan hormon diperlukan untuk merangsang ovarium agar menghasilkan satu atau lebih sel telur dan meningkatkan peluang kehamilan.
Baca Juga: Studi Singapura: Bayi Lahir dari Ibu Terinfeksi Covid-19 Memiliki Antibodi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya
-
Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir